Aplikasi pantau jalur kemacetan di ruas jalan tol. 

Jalan Tol adalah jalan berbayar dan (seharusnya) bebas hambatan atau bebas kemacetan. 

Oleh karena itu, banyak orang rela membayar tarif tol demi mendapatkan akses jalan yang lancar tanpa kemacetan dengan menggunakan jalan tol. Tetapi dalam kondisi tertentu, jalan tol terkadang mengalami hambatan juga. Misalnya terjadi kecelakaan, jalan ambles, kepadatan arus mudik di ruas-ruas jalan tol. Seringkali hal-hal ini-lah yang menyebabkan kemacetan panjang  di ruas jalan tol dan merugikan pengguna jalan tol.

Untuk itu, pengguna jalan tol harus diberikan informasi aktual mengenai kondisi ruas jalan tol. Misalkan pengguna Jalan tol Cipularang dari Jakarta menuju Bandung untuk long weekend dan ingin menghindari kepadatan di perjalanan lewat tol Cipularang, jika mengetahui kondisi aktual di ruas-ruas jalan tol tentunya dapat memantau kapan waktu yang tepat untuk memulai perjalanan, sehingga dapat menghindari kondisi kemacetan dan kepadatan di perjalanan.

Sumber informasi mengenai kondisi lalu lintas di jalan tol sebenarnya cukup banyak dan mudah diakses. Contohnya lewat berita di televisi, radio, maupun media sosial seperti lewat akun twitter NTMC kepolisian RI atau jasamarga. Selain itu, informasi ini dapat diakses dengan menggunakan aplikasi maps dan GPS di gadget yang menyediakan kondisi lalu lintas, seperti Waze atau Google maps. 

Kini, ada satu media yang memberikan informasi kondisi jalan tol yang berbasis aplikasi dan fitur web dan menurut saya ini sangat bagus, karena menampilkan Live Streaming kondisi ruas ruas jalan tol, apkikasi ini dibuat oleh Jasamarga untuk para pengguna  jasa Tol, dalam kota maupun luar kota.

Untuk tampilannya bisa dicoba dilink berikut ini;
http://jasamargalive.com/. 

Selain aplikasi streaming, untuk mengantisipasi kepadatan arus mudik Lebaran 2017 ini, PT Jasa Marga (Persero) mengaplikasikan peranti canggih Road Traffic Microwave System (RTMS).

Raddy R Lukman, VP Divisi Operation Management Jasa Marga mengatakan, RTMS merupakan peranti pendeteksi dini untuk meminimalisir kepadatan arus kendaraan di jalan tol. Data yang diimpun RTMS bisa dimanfaatkan kepolisian mengalihkan arus kendaraan yang padat di jalan tol ke jalur non tol.
Raddy menjelaskan, dengan RTMS ini maka pemantauan deteksi kepadatan arus lalu lintas di jalan tol oleh Jasa Marga bisa dilakukan secara digital. Tidak lagi secara visual dan manual seperti yang selama ini dilakukan.

Dengan RTMS, kepadatan kendaraa bisa dipantau secara seketika alias real time.
Polisi sebagai pengatur kendaraan di jalan raya bisa langsung sigap mengambil langkah antisipatif mengalihkan jalur tanpa lagi menunggu kendaraan menumpuk di jalur tol tertentu.

Di Indonesia, RTMS yang digunakan Jasa Marga adalah RTMS G4 Remote Traffic Microwave Sensor.

Teknologi RTMS ini berbasis radar jarak jauh dan tidak terganggu oleh kondisi cuaca serta bebas perawatan.

Direktur Operasinal II Jasa Marga, Subkati Syukur, menyebutkan, untuk antisipasi mudik Lebaran 2017 ini peranti RTMS ini sudah dipasang di lima titik, dari titik awal di ruas jalan tol Cikunir hingga jalan tol Kanci-Palimanan di Palimanan, Cirebon.

Data di lima titik RTMS ini langsung terhubung dengan sistem monitoring di Korlantas Polri.
RTMS G4 dipasang pada tiang jalan berukuran cukup kecil yang dipasang di band microwave. Sensor di peranti ini menyediakan informasi per jalur serta informasi volume, hunian, kecepatan dan klasifikasi di 12 zona deteksi yang ditentukan pengguna.

Sumber: berbagai sumber

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s