Terorisme (Seperti Sengaja) dibiarkan terjadi ?

Jika belajar tentang kisah di balik berbagai aksi kekerasan bersenjata, banyak kejadian terror sebenarnya bisa manageable, Karena kejadian sebenarnya bisa ditebak. Sehingga seharusnya bisa diatasi sebelum terjadi, dan tidak akan menimbulkan banyak korban jatuh.

Coba kita kembali kebelakang dalam peristiwa “Paris Attack” misalnya, 4 (empat) dari setidaknya 7 (tujuh) terduga pelakunya, ternyata ada di catatan DPO milik central counter-terrorism database yang dikelola komunitas intelijen Amerika. Sisa nama pelaku lainnya, ternyata juga masuk dalam daftar “no fly list” aparat kontra-terrorisme Negeri Paman Sam itu. Logikanya, yang ada di daftar tersebut, diasumsikan harusnya tak bisa lolos menyeberang/melintasi perbatasan antar-negara sekutu Amerika.

Tapi, kenapa daftar tersebut gagal berguna? Sehingga terjadi serangan di Paris, yang diklaim menewaskan 129 korban dan 300-an lainnya cedera? Kita cuma bisa menduga-duga motifnya.

Terkait itu, laporan Majalah Politico edisi 12 November 2015 menarik dibaca. Mereka melansir, bahwa dalam peristiwa WTC (dikenal dengan 9/11), Gedung Putih sengaja mengabaikan peringatan yang disampaikan CIA. Padahal, jika mau, kejadian itu sebenarnya bisa dinetralisir, sebelum peristiwa benar-benar terjadi. Silakan tinjau tautan ini untuk uraian lanjut.

Apakah dalam peristiwa Paris Attack juga ada pengabaian peringatan seperti itu? Benarkah pihak berwenang Prancis “sudah mengetahui” yang akan terjadi?

Para pendukung teori konspirasi bilang, ada kepentingan yang memang sengaja membiarkan Paris Attack terjadi. Tujuannya, demi mendapat keuntungan politik-bisnis stratejik. Misalnya, terkait kontrol dan penguasaan pasok minyak dan sumber-sumber daya alam di berbagai wilayah.

Terrorisme rentan dijadikan dalih untuk menyalahkan lawan politik. Atau menjadikannya argumen pembenaran. Untuk menyerang/membalas balik, pihak yang dituding sebagai pelaku, dengan menggunakan dalih kebenaran dan keadilan palsu atau sengaja didistorsikan.

Tapi apa betul –dari beberapa clue di atas–  kita bisa menyimpulkan, bahwa kepentingan dominan memang cenderung memperalat dan menggunakan cara-cara terror –termasuk dalam bentuk false flag ops— demi mudah mencapai tujuan stratejiknya?

Nah kalau untuk di Indonesia, apakah ada indikasi hal serupa dari peristiwa “Bom Panci” yang terjadi belakangan ini…

Karena kalau saya menyimak dari pemberitaan di media ada yang sedikit menjanggal.. 

Silahkan kembali dari kronologi pemberitaan dari beberapa peristiwa Bom yang meledak di Republik ini. Kampung Melayu adalah sebuah kejadian yang janggal.. 

Mulai dari tempat kejadian, potongan tubuh sampai kestruk pembelanjaan dan kunjungan Presiden hingga statment mendesak DPR menetapkan UU anti Teror.

Tapi ya sudahlah.. sebagai rakyat kecil cuma bisa mendoakan Negeri ini tetap Aman Nyaman Tentram dan Sejahtera serta mengutuk setiap tindakan yang merugikan orang banyak, baik berbentuk kebijakan Negara yang merugikan Masyarakatnya atau perbuatan radikal dari satu kelompok apalagi Ancaman teror Bom.

Indonesia ini Negeri Kaya Raya, Banyak yang ingin mencoba Kaya dengan cara menguasai Bangsa ini.

Bila kita tidak jeli…

Negara Kaya Rakyat akan Miskin

Negara Aman rakyat akan Kacau

Negara tentram rakyat akan pusing

Negara Sejahtera Rakyat akan menjadi Korban

Dan bila ini benar-benar terjadi, dan rakyat sadar atas hal ini,  lantas siapa yang akan dijadikan kambing hitamnya..???

Mungkin saya yang menuliskan tentang ini atau kalian yang membaca tulisan ini atau kalian yang ikut menyebarkan tulisan ini karena rasa kepedulian anda atas nasib bangsa ini.

Rakyat Akan selalu menjadi Kirban dari setiap kebijakan yang ada… Itulah “KENYATAAN”

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s