“Nyalakan Tanda Bahaya”

Wahai Anak Negeri…

Apakah Negeri ini dalam keadaan Darurat..?

Ketika kepentingan 1 Orang lebih diutamakan dari kepentingan khalayak banyak.

Siapa yang akan bertanggung jawab bila ada kejadian besar yang tidak diinginkan dinegeri ini.

Namun, hal ini seakan-akan dibiarkan oleh negara, dan dianggap sebuah hal kecil dan biasa.

Ketika Hukum dianggap tidak adil,

Ketika kebijakan tidak berpihak,

Semua beranggap karena hal itu terjadi dikarenakan desakan kaum mayoritas…

Kawan, jika Gereja kalian dibakar oleh golongan atau kelompok yg membawa atribut Agama mayoritas kami juga akan melawan..

Kawan kita seorang pendeta ditusuk oleh kelompok yg membawa atribut Agama mayoritas kami juga akan melawan..

Tapi maaf kawan, apa yang terjadi saat ini, satu orang yang kalian anggap teman, saudara, atau anda anggap pahlawan dinegeri ini sudah masuk keranah yang seharusnya tdk boleh dia masuki, yang akhirnya dikatakan menjadi Seorang yang sudah menodai Agama Mayoritas di Negeri ini.

Bangsa ini sangat mudah untuk diadu domba demi kepentingan asing atau penguasa. Para pejuang  pendahulu kita rela mengorbankan harta jiwa dan raganya untuk kita bersama-sama bisa saling berdampingan satu suku dengan suku lainnya, satu agama dengan agama lainnya.

Tapi lihat hari ini…

Ini bukan soal agama kalian yang minoritas yang tidak diperlakukan adil dimata hukum…

Ini bukan kepentingan mayoritas yang ingin menang  dan menguasai negeri ini…

Tapi ini murni karena kesalahan perorangan yang sudah mencederai kebersamaan yang sudah lama dubangun di bangsa ini. 

Yaitu saling menghormati agama satu dengan agama lainnya.. namun pernyataannya dengan menggunakan Ayat dari kitab suci umat mayoritas yang akhirnya memancing reaksi dari kalangan Mayoritas di negeri ini..

Kawan tidak akan ada Asap bila ada Api, jangan biarkan Asap dan Api itu menyala terlalu lama, karena bila dibiarkan itu akan membakar dan menyambar yang lainnya….

Ingat kawan…

Ini bukan tentang mayoritas dan minoritas…

Ini bukan tentang agama 1 dengan agama lainnya..

Ini bukan tentang suku dengan suku lainnya..

Dan ini bukan tentang ras satu dengan ras lainnya…

Tapi ini murni tentang kesalahan perseorangan yang telah diputuskan dipengadilan. 

Mungkin ada segelintir orang yang mempolitisasikan hal ini agar kita saling menyalahkan, saling membela dengan harapan kita saling bermusuhan, dan mereka bisa masuk dan ambil kesempatan ini untuk bisa menguasai bangsa ini yang sudah Merdeka lebih dari 70 Tahun.

Menjaga NKRI bukan dengan membela 1 orang, satu agama, satu suku ataupun satu ras..

Menjaga NKRI dengan saling bergandengan tangan untuk melawan mereka yang haus akan kekuasan dengan cara-cara kotor.

Kawan bila tulisan ini membuat anda tidak setuju, cukup kalian pikirkan dan renungkan atas apa yang ada ditulisan ini dengan kenyataan yang ada. 

Dan saya juga menyampaikan maaf atas kebodohan saya sebagai orang awam yang tidak tau akan sebuah kebenaran yang hak seperti yang kalian pahami..

Dan bila tulisan ini sejalan dengan pemikiran teman-teman, saya yakin teman-teman pasti tahu apa yang harus kita lakukan bersama.
Saya yang bodoh ini bernama 

Ibrahim bergelar “Sutan Rajo Api.” – 13 Mei 2017 di Pancoran.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s