Orang Minang yang tidak mau disebut “Orang Padang”

Ada sebuah kelakar mengenai cara berkelit atau bersilat lidahnya orang Padang.

Alkisah, ketika beberapa orang berkumpul dan menceritakan mengenai keburukan dan sifat orang Padang, seperti orang Padang yang pelit atau mahar yang mahal untuk nikah dengan orang Padang, duduklah si Sutan Rajo Api, orang Padang yang asal aslinya dari Kota Bukittinggi. Si Sutan ini ternyata teman dari orang orang yang berkumpul itu. Pucuk dicinta ulam pun tiba, salah satu dari mereka langsung bertanya. “Hei Sutan, kenapa orang Padang itu pelit sekali, dan mahar mereka mahal kalau mau dinikahi”. Si Sutan dengan entengnya menjawab , “Ndak tau ya, aku bukan orang Padang, aku orang Bukittinggi”. Uppss..

Si Sutan Rajo Api ini memang tidak sedang berbohong. Dia memang berasal dari Bukittinggi. Bukittinggi dan Padang adalah dua buah kota yang berbeda. Jadi wajar sebenarnya dia berkata seperti itu. Walaupun kita tau maksud dari orang yang bertanya itu adalah bertanya mengenai “Orang Minang” atau lebih terkenal dengan “Orang Padang”.

Dalam kehidupan sehari-hari, julukan “Orang Padang” hampir selalu disematkan kepada orang yang berasal dari Sumatera Barat atau mereka yang punya orangtua yang berasal dari Sumatera Barat. Padahal kalau boleh dikoreksi, julukan yang lebih tepat adalah julukan “Orang Minang”. Padang adalah kota atau wilayah administratif yang dipersatukan dalam batas wilayah, sedangkan Minang atau Minangkabau adalah suku yang dipersatukan oleh garis keturunan dan budaya. Hal ini sebenarnya sama saja dengan “Orang Medan” dan “Orang Batak”, atau “Orang Bandung” dan “Orang Sunda”, atau “Orang Jogja” dan “Orang Jawa”.

Julukan ini begitu melekat di kehidupan sehari-hari. Misalnya ketika Si Sutan Rajo Api ditanya mengenai asal daerah, dia menjawab : “Saya dari Bukittinggi”. Sebagian orang akan langsung menimpali : “Oo, Orang Padang toh”. Si Sutan langsung menimpali : “Bukan, saya dari Bukittinggi, orang Minang” . Lalu dijawab lagi : “Bukittinggi dan Minang itu di bagian mananya Padang”. Gedubrakss..

Tidak dapat dipungkiri bahwa interaksi pertama dari orang luar Minang ke daerah berpenduduk Minang diawali dari daerah pesisir barat Sumatera, yaitu daerah Pariaman dan Padang. Seiring waktu, ibukota propinsi juga melekat ke daerah Padang. Di zaman devide et impera nya Belanda zaman dahulu, juga dipakai istilah “Orang Padang”. Jadi wajar kalau sekarang julukan “Orang Padang” lebih mendunia daripada julukan “Orang Minang”. Sekarang, si sutan dengan lugas menjawab ketika ditanya mengenai asal daerah : “Saya orang Padang dari Bukittinggi, bersuku Minang”..

*Happy Friday”

Iklan

2 thoughts on “Orang Minang yang tidak mau disebut “Orang Padang”

  1. Evi says:

    Oh begitu asal-usulnya orang Minang di luar Sumatera Barat selalu dipanggil orang Padang? Saya dulu juga sempat bertanya tanya dalam hati Mengapa dipanggil orang Padang padahal sebenarnya yang tepat adalah orang Minang, jadi biang keroknya adalah penjajaha Belanda 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s