Nasionalisme yang terpenjara didalam harapan semu

Kendaraan ini dulu sempat menjadi harapan yang dinanti-nanti saat ingin kemana-mana..
Blum ada TransJakarta, Bis, Kopaja dan metromini.. kalau buat jarak jauh ya harus naik “Oplet”
Jarak dekat bisa naik Bemo atau bajaj ataupun becak.
Namun saat ini masyarakat begitu mudah untuk membeli kendaraan bermotor hingga angkutan umum atau angkutan publik yg sekarang tinggal harapan..
Apa faktor penyebabnya..? Bukan masalah angkutannya seperti apa, sebagus apa ataupun senyaman apa..
Tapi tingkat Kesadaran Memiliki Bersama itu yang telah hilang.

Mari kita Jaga rasa kebersamaan, bukan dengan saling tuduh, saling fitnah dan tidak merasa yang paling benar.

Bangsa ini bisa maju dan berkembang bukan karena 1 orang, bukan karena 1 partai, bukan karena 1 golongan, tapi negara ini bisa berkembang karena “Satu Indonesia”

Semua didalam lingkaran dan wadah yang sama, buat apa diantara kita saling hujat, saling caci, saling fitnah kalau itu tetap harus dilakukan karena ada bayar.. Sama Juga Harga Diri Kalian sudah terbeli oleh Uang Recehan yang sudah tidak ada nilainya”

Kita bisa dapat lebih dari itu semua kalau kita bersama-sama bangkit bersatu. Dan tinju semua keangkuhan mereka yang menginjak-injak bangsa ini hanya karena kepentingan pribadi dan golongan apalagi hanya karena kepentingan Kekuasaan.

Robohkan mereka semua..!!!
Dan kita bangun bersama untuk Kesejahteraan bersama. Bukan sekedar kepentingan pribadi dan golongan.

Agar Bangsa ini bisa kembali membangun dan memiliki Harapan Baru, yang bukan hanya sekedar disuapin tapi bisa menyuapin bangsa lain.

[babahboim,13 April 2017 – Nasionalisme yang Terpenjara didalam Harapan Semu]

View on Path

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s