Tari Yapong Menggoyang Maroko

Tiga pelajar Indonesia, mendapat antusiasme besar dari penonton saat membawakan Tari Yapong di Festival Internasional Musik dan Lagu Anak di Gedung Budaya Mehdi Benbarka, Rabat, Maroko, Festival Internasional Musik dan Lagu Pendidikan Anak

​Tari Yapong merupakan suatu bentuk tarian dari Jakarta yang diciptakan untuk sebuah pertunjukan. Tarian ini bukan jenis tarian pergaulan seperti tari daerah kebanyakan, misalnya tari Jaipong dari Jawa Barat. Namun dalam perkembangannya, tarian ini sering dijadikan sebagai tari pergaulan untuk mengisi sebuah acara sesuai dengan permintaan karena tarian ini penuh dengan variasi di dalamnya.
Tari ini merupakan tari yang gembira dengan gerakan yang dinamis dan eksotis.

Dalam gerakan tarian Yapong diperlihatkan suasana yang gembira karena menyambut kedatangan Pangeran Jayakarta. Adegan tersebut dinamai Yapong dan tidak mengandung arti apapun. Istilah tersebut muncul dari lagunya yang berbunyi ya, ya, ya, ya yang dinyanyikan oleh penyanyi pengiringnya serta suara musik yang terdengar pong, pong, pong, sehingga lahirlah “ya-pong” yang semakin lama berkembang menjadi Yapong.

Adapun corak dalam busana yang dikenakan para penarinya merupakan pengembangan dari pakaian tari Kembang Topeng Betawi. Hal tersebut tampak jelas dari bentuk serta ragam hias tutup kepala serta selempang yang dikenakan di dada, yang disebut dengan toka-toka. Tari Yapong diwarnai oleh tari rakyat Betawi, kemudian diolah dengan dimasukkannya unsur-unsur tari pop, di antaranya terdapat unsur tari daerah Sumatera. Karena budaya Betawi banyak dipengaruhi unsur-unsur budaya Tionghoa, maka dalam tarian Yapong juga terdapat unsur kesenian Tionghoa, misalnya pada kain yang dikenakan oleh para penari terdapat motif naga dengan warna merah menyala yang identik dengan budaya Tionghoa.

Dan juga alat musik yang digunakan saat tarian ini ditarikan merupakan campuran antara Betawi, Jawa Tengah, dan Jawa Barat. Setelah tarian ini menjadi tarian lepas, maka DKI Jakarta memanfaatkan beberapa alat musik tradisionalnya, seperti Rebana Biang, Rebana Hadroh, dan Rebana Ketimpring. Dengan demikian, tari Yapong merupakan kreasi baru yang bertolak dari unsur-unsur gerak tradisional Betawi.

Saat Tari Yapong  dibawakan oleh tiga pelajar Indonesia, mereka mendapat antusiasme besar dari penonton di Festival Internasional Musik dan Lagu Anak di Gedung Budaya Mehdi Benbarka, Rabat, Maroko, Festival Internasional Musik dan Lagu Pendidikan Anak ini diadakan secara rutin setiap tahun oleh Asosiasi El-Adwatin.

Kegiatan kali ini digelar menjelang liburan musim semi dan didukung Kementerian Pemuda dan Olah Raga Maroko, Kementerian Budaya Maroko. Festival yang ke 24 ini berlangsung selama empat hari, 6-9 April lalu, mengusung tema, Menjaga Kebersihan dan Kesehatan Lingkungan Sebagai Cerminan Pendidikan dan Prilaku.
Festival Internasional, selain menampilkan sejumlah artis dan penyanyi lokal Maroko juga mendapatkan liputan dari media televisi nasional Maroko yaitu Channel TV 1. Mereka melakukan wawancara dengan salah satu penari Yapong untuk melengkapi liputannya.

Channel TV 1 Maroko menyiarkan wawancara Perwakilan KBRI Rabat tentang partisipasi Indonesia pada kegiatan seni budaya ini. Dikatakan, keikutsretaan ini untuk meningkatkan citra positif Indonesia dan memperkenalkan keragaman seni budaya khas Nusantara kepada publik baik lokal Maroko.

Kehadiran seni budaya Indonesia dimasa datang diharapkan akan menambah pemahaman masyarakat Maroko akan Indonesia dan pada akhirnya meningkatkan kunjungan wisatawan asal Maroko ke Indonesia.
Selain Tari Yapong ditampilkan kesenian tradisional dari sejumlah negara Afrika dan Timur Tengah, antara lain Kongo, Senegal, Persatuan Emirat Arab dan Pantai Gading

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s