Pemilik PO NPM diduga Melakukan “MAKAR” Karena Menyewakan Bis ke Pendemo dalam Aksi 212


NPM, yang merupakan akronim dari Naikilah Perusahaan Minang (didirikan di Padang Panjang, Minangkabau, 1937; umur 78 tahun) adalah perusahaan jasa transportasi angkutan penumpang darat yang berasal dari Sumatera Barat.

NPM merupakan salah satu perusahaan otobus (PO) tertua di Sumatera yang masih beroperasi hingga kini setelah melewati berbagai transformasi teknologi.

Perusahaan jasa transportasi yang didirikan pada tahun 1937 oleh Bahauddin Sutan Barbangso Nan Kuniang ini berbasis di kota Padang Panjang, Sumatera Barat. Kini perusahaan keluarga tersebut dikelola oleh generasi ketiga, yaitu Angga Vircansa Chairul.

Angga Vircansa Chairul, pemilik PO. NPM mendapatkan surat panggilan oleh Polda Metro Jaya hari ini, 28 Desember 2016, terkait kasus tindak pidana makar. Pemanggilan bos perusahaan otobus yang dipergunakan mengantar peserta aksi super damai 212 sebagai saksi kasus makar mendapatkan dukungan dari banyak pihak.

Melalui akun Facebook miliknya, Angga mengutarakan terimakasihnya atas dukungan yang begitu luas oleh masyarakat yang peduli dan prihatin atas pemanggilan dirinya sebagai saksi atas tindakan pidana makar oleh Kepolisian Republik Indonesia.

Dalam pernyataannya Angga menjelaskan, sebagai warga negara yang baik ia akan bersikap kooperatif dengan pemanggilan oleh tim penyidik Polda Metro Jaya ini.

Karena menurutnya semua prosedur baku sebagai penyedia angkutan jasa ‘credible’ telah ia lakukan dengan baik. Sesuai dengan hukum dan perundang-undangan yang berlaku. Mengantarkan penumpang/sewa dengan selamat hingga sampai ketujuan.

Begitu juga ketika Po. NPM mendapat sewa peserta aksi damai 212 yang akan berunjuk rasa menuntut keadilan terhadap penista agama Islam Ahok ke Jakarta. Maka sebagai wujud tanggungjawab, perusahaannya terus berkoordinasi dengan Polres setempat dan Polda Sumbar hingga semua sewa berhasil diberangkatkan ke Jakarta dan pulang dengan selamat di Ranah Minang.

Namun beberapa waktu pasca aksi super damai 212 tersebut berlalu, ternyata secara mengejutkan ia dipanggil oleh Polda Metro Jaya sebagai saksi.

Sehingga ketika kabar pemanggilan Angga sebagai direktur utama oleh pihak kepolisian ini mencuat di media sosial. Apalagi pemanggilannya dihubung-hubungkan dengan tindak kriminal makar terhadap negara. Maka langsung mengundang reaksi luas dari masyarakat. Terlebih masyarakat Sumatera barat.

Dukungan terhadap Angga menjadi Viral. Sehingga tagar #saveNPM dan #saveAngga menjadi populer. 

Sumber: Berbagai Sumber

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s