Atas Nama Hukum, Negara Harus Adil dan Presiden Harus Bertindak Tegas Atas UU PNPS No.1 Tahun 1965

0​4 November 2016 ini akan ada gerakan turun kejalan yang di dominasi oleh organisasi Islam dari berbagai daerah yang akan dilaksanakan di Jakarta.

Aksi ini ada yang menganggap atau dikaitkannya dengan unsur Politik dikarenakan Dekat dengan proses Pilkada DKI Jakarta. Hal ini dianggap oleh beberapa kalangan yang dukung pasangan Calon Gubernur yang sebelumnya telah memicu reaksi dari ucapannya mengenai Surat Al Maidah ayat 51.  Dan calon gubernur ini selaku petahana sudah menyampaikan permintaan maafnya atas ucapannya. 

Dan Aksi yang digelar ini sesungguhnya tidak ada kepentingan Politik didalamnya, murni ingin menegakkan Hukum seadil-adilnya. Berdasarkan Hukum Negara tanpa pandang pilih. Hal ini sesuai dengan UU yang ditetapkan oleh Negara atas Penodaan Agama.

Lalu kenapa ada kepentingan yang memplintir hal ini menjadi isu kepentingan politik dan ancaman akan terjadinya Perpecahan, seharusnya Presiden bisa Tegas atas permasalahan yang penting atas ketetapan hukum bagi siapapun yang melanggar UU. Bukan didiamkan dan harus segera di tindak atas nama Hukum.

Tindakan penghinaan terhadap Agama di Indonesia diatur melalui instrumen Penetapan Presiden Republik Indonesia No 1 Tahun 1965 tentang Pencegahan Penyalahgunaan / atau Penodaan Agama. Ketentuan yang lebih dikenal dengan UU PNPS No 1 Tahun 1965 ini sangat singkat isinya, karena hanya berisi 5 Pasal

Pasal 1 ketentuan ini menyatakan bahwa “Setiap orang dilarang dengan sengaja di muka umum menceritakan, menganjurkan atau mengusahakan dukungan umum, untuk melakukan penafsiran tentang sesuatu agama yang dianut di Indonesia atau melakukan kegiatan-kegiatan agama yang menyerupai kegiatan-kegiatan keagamaan dari agama itu, penafsiran dan kegiatan mana menyimpang dari pokok-pokok ajaran agama itu.

Pelanggaran terhadap ketentuan Pasal 1 ini tidak bisa langsung dilakukan upaya hukum dalam bentuk upaya penuntutan secara hukum. UU ini mengatur bahwa setiap orang yang melanggar pasal 1 tersebut, maka ia akan diberikan perintah dan peringatan keras untuk menghentikan perbuatannya dalam suatu Keputusan Bersama dari Menteri Agama, Jaksa Agung, dan Menteri Dalam Negeri

Apabila setelah dikeluarkannya SKB tersebut, pelanggaran tersebut masih berulang dilakukan, maka jika pelanggaran itu dilakukan oleh Organisasi atau aliran kepercayaan, maka Presiden dapat membubarkan Organisasi tersebut dengan pertimbangan dari Menteri Agama, Jaksa Agung, dan Menteri Dalam Negeri

Apabila orang/organisasi tersebut masih melakukan penodaan agama, maka orang atau anggota, dan atau pengurus organisasi tersebut dapat dipidana selama-lamanya 5 tahun

UU ini juga memperkenalkan bentuk tindak pidana baru yaitu tindak pidana penodaan agama kedalam KUHP dalam Pasal 156 a. Namun, penggunaan Pasal 156 a KUHP tetaplah tidak bisa dilakukan secara langsung, namun harus dilakukan melalui beragam tindakan administratif pendahuluan.

Pasal 156 a KUHP

Dipidana dengan pidana penjara selama-lamanya lima tahun, barang siapa dengan sengaja dimuka umum mengeluarkan perasaan atau melakukan perbuatan :

  1. yang pada pokoknya bersifat permusuhan, penyalahgunaan atau penodaan terhadap suatu agama yang dianut di Indonesia
  2. dengan maksud supaya orang tidak menganut agama apapun juga, yang bersendikan ke-Tuhanan Yang Maha Esa.

Marilah kita semua bisa lebih bijaksana dan tidak membela siapapun dalam kasus ini, melainkan meminta Negara untuk bisa berlaku adil atas penegakkan hukum di negeri ini. Bila ada yang Salah harus ditindak, jangan melihat siapa yang melakukan kesalahannya. Mari kita kembalikan semua ke UU yang sudah ditetapkan di Negeri ini.

Semoga dengan membaca penetapan UU ini kita semua bisa sadar dan berhati-hati bersikap ubtuk tidak merugikan Agama lainnya, karena Bangsa ini memegang teguh Pancasila dan Bhinekka Tunggal Ika.

#SemogaBermanfaat.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s