Kejaiban Tuhan yang di berikan untuk NTT

Orang akan selalu membayangkan Nusa Tenggara Timur (NTT) adalah gugusan kepulauan yang gersang, panas, dan miskin sumber daya alam. Kondisi alam demikian kerap ada stigma negatif bagi daerah ini. Miskin. Tidak sampai di situ, orang bahkan memplesetkan akronim NTT dengan berbagai macam kepanjangannya. Nanti Tuhan Tolong, Nanti Tertinggal Terus, dan sebagainya.

image

Apakah NTT benar-benar gersang dan miskin? Kemiskinan yang disebabkan oleh perilaku manusia boleh saja terjadi, tetapi kemiskinan yang disebabkan oleh kondisi alam masih bisa diperdebatkan. Apakah alam NTT tidak memiliki potensi ekonomi yang dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat setempat?

Tidak demikian adanya. NTT adalah gugusan kepulauan yang memiliki kekayaan alam yang luar biasa. Mungkin tidak ada minyak, batubara, apalagi emas. Tetapi, sumber daya alam lain yang dapat menjadi potensi pariwisata banyak dijumpai di NTT.

Selama ini – sebelum teknologi internet berkembang, khususnya jejaringan media sosial seperti facebook, twitter, dan lain-lain – perhatian dan anggapan kita Bali adalah satu-satunya surga bagi wisatawan asing dan domestik.

Benar sejarah pertumbuhan pariwisata Bali, salah satu yang tertua, di awal abad 21. Mereka memiliki warisan budaya, arsitektur, alam, dan ritual keagamaan yang pekat. Hal yang sama sebenarnya tidak berbeda jauh dengan yang dimiliki oleh Nusa Tenggara Timur atau pun wilayah lain di Indonesia.

Tuhan memang pencipta yang Agung. Kondisi alam yang tandus, tetapi NTT dikarunia beberapa keajaiban yang menjadi komoditas unggul sektor pariwisata. Untuk itu kami mencoba menjabarkan beberapa keajaiban alam dan satwa di Nusa Tenggara Timur.

Taman Laut Komodo

Komodo adalah binatang kadal raksasa. Satwa liar purba yang masih tersisa. Satu-satunya hanya ada ada di Pulau Komodo, Rinca, Gila Motang, dan Flores. Komodo yang ada di kebun binantang seperti di Denpasar, Surabaya, dan Jakarta asalnya dari sana.

image

Komodo memiliki bobot hingga 136 kilogram, panjangnya mencapai 3 meter. Tubuhnya panjang, kepala datar dengan moncong bulat, kulit bersisik, membungkuk kaki, dan besar, ekor berotot.

Komodo adalah hewan predator. Melahap semua jenis binatang apa saja seperti rusa, babi, naga kecil, dan kerbau bahkan manusia. Bangkai pun dilahap.

Untuk menangkap mangsa, komodo melakukan kamuflase. Baring dan menunggu mangsa lewat. Komodo akan mengunakan kaki-kakinya yang kokoh, cakar yang tajam, dan gigi-giginya yang bergerigi untuk mengeluarkan isi perut mangsa.

Gigitan komodo sangat berbisa karena mengandung 50 jenis bakteri berbahaya. Orang atau binatang yang digigit komodo hanya bertahan selama 24 jam karena air liurnya akan menyebar secara cepat melalui peredaran darah dalam tubuhnya.

Populasi komodo baik di Pulau Komodo, Rinca, dan Gilang Motang, berkisar 3.000 – 5.000 ekor Namun, kelangkaan bertelur betina, perburuan, perambahan manusia, dan bencana alam telah mendorong spesies dengan status terancam punah, namun Karunia Tuhan menjadi sempurna untuk NTT dengan dikaruniakan warisan binatang purba.

Perairan di sekitar Pulau Komodo memiliki pesona bawah laut yang
Fantastik.

image

Di sinilah hidup  lebih dari 1.000 jenis ikan, 385 terumbu karang, 105 jenis kepiting, 70 jenis sponges, 10 jenis lumba-lumba, 6 hiu, penyu hijau dan hawksbill, duyung, hiu dan pari manta.

Letak Taman Laut Nasional Komodo terbentang tepat di jantung segitiga terumbu karang (coral triangle). Memiliki kekayaan dan keanekaragaman hayati paling tinggi di dunia.

Danau Tiga Warna Kelimutu

Kelimutu berasal bahasa Lio, yaitu dari kata “Keli”, yang artinya gunung, dan “Mutu” yang berarti mendidih. Terletak di Desa Pemo, Kecamatan Kelimutu, Kabupaten Ende.

Disebut Danau Tiga Warna karena memang danau ini memiliki tiga kawah. Dua kawah berdekatan, sedangkan kawah yang satunya letaknya agak jauh. Warna air di masing-masing kawah dinamis. Berubah-ubah.

Kepercayaan masyarakat setempat, membagi kawah danau ini menjadi tiga jenis. Pertama, Tiwu Nuwa Muri Koo Fai (Kawah Muda-Mudi).

Kawah ini merupakan tempat berkumpulnya jiwa-jiwa orang muda yang telah meninggal.

image

Kedua, Tiwu Ata Polo (Kawah Orang Suanggi). Kawah ini merupakan tempat berkumpulnya jiwa-jiwa orang yang telah meninggal yang selama hidupnya selalu melakukan kejahatan/tenung.

Ketiga, Tiwu Ata Mbupu (Kawah Orang Tua). Kawah ini merupakan tempat berkumpulnya jiwa-jiwa orang tua yang telah meninggal.

Warna air di ketiga danau ini bisa berubah-ubah setiap tahunnya. Keyakinan masyarakat di sekitar kawasan danau, perubahan warna sebagai tanda-tanda khusus akan terjadinya sesuatu. Namun, dari sebuah riset, perubahan warna disebabkan oleh perubahan molekul atau gas seperti ferum, natrium, oksida, dan unsur-unsur kimiawi di dalamnya.
Setiap tahun, di kawasan ini, masyarakat adat setempat senantiasa menyelenggarakan ritual atau upacara Pati Ka Du’a Bapu Ata Mata (beri makan bagi leluhur) untuk menghormati roh-roh leluhur.

Pink beach atau pantai merah muda

Pantai berpasir warna putih banyak. Apalagi pantai berpasir hitam. Tidak dapat dihitung jumlahnya. Tetapi pantai berpasir merah muda (pink) seluruh dunia dapat dihitung dengan jari.

Sekitar belasan pantai bepasir pink di dunia. Beberapa ada di Bahama, Bermuda, Yunani, Filipina, Italia, dan Karibia. Bahama memiliki pantai pink terbanyak seperti Eleutherea, Cat Island, dan Pantai Crane.

image

Dua pantai pink ada di Indonesia. Satunya Pantai Tasik, Desa Temeak, Kabupaten Jerowaru, Lombok Timur. Sedangkan satunya lagi di Pulau Komodo, Flores. Pantai merah muda lain di pesisir timur pulau Komodo dan di selatan pulau Padar.

Pink Beach ini letaknya agak terpencil karena berada di balik bukit. Di pantai ini kita dapat bersantai-santai di pantainya, berenang dan main air di lautnya, dan juga ber-snorkeling di lautnya yang jernih.

Sumber: Koepang.com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s