Keluhan Karyawan dan Tantangan Pekerjaan

Jakarta menjadi salah satu kota maju diantara kota lain di Indonesia, ajaibnya adalah bahwa di Jakarta juga tempat orang-orang terkaya dan termiskin di negeri ini. Bekerja di Jakarta kemungkinan menjadi harapan dari setiap manusia indonesia dari yang berpendidikan tingkat tinggi sampai yang modal nekad tanpa pendidikan di Jakarta adanya. Jika sudah bekerja ada hal lain yang perlu yaitu seberapa besar dan terkenalnya perusahaan tempat bekerja, dan nama perusahaan menjadi salah satu penunjang gengsi sosial.

Tanpa disadari semakin besarnya perusahaan, maka akan semakin besar juga tantangan pengusaha dan karyawan dalam perusahaan tersebut. Dan tantangan bekerja di perusahaan besar bukan kepalang lohhhh….

Biasanya perusahaan akan memilih langkah awal untuk membahas dan menghimbau para karyawannya untuk memiliki loyalitas terhadap perusahaan, bahkan dalam formulir yang harus di isi saat interview ;

“seberapa besar loyalitas anda terhadap perusahaan tempat anda bekerja?”

dan itu sangat memotivasi para peserta calon karyawan perusahaan tersebut untuk berlomba-lomba mengabdikan diri terhadap perusahaan. Bisa dilihat banyaknya orang yang bekerja sampai larut malam bahkan sampai pagi, mungkin itu tidak ada dalam job description jabatan.

Cara-Apple-Merekrut-Calon-Karyawannya

Perusahaan besar biasanya sudah memiliki struktur yang baik untuk mengakomodir karyawannya, dan memang jika sebuah perusahaan memiliki karyawan lebih dari dua puluh orang memang sudah semestinya memiliki struktur yang jelas, dan struktur ini tentunya berfungsi bukan hanya sebagai jabatan semata, tetapi untuk menyempurnakan penyelesaian pekerjaan dengan maksimal dan merata sesuai dengan tanggung jawab jabatan masing-masing.

Saat diterima sebagai pekerja di perusahaan besar jangan pikir semuanya itu kebanggaan walaupun harus tetap ada kebanggaan, harus di akui bahwa banyak perusahaan besar yang tidak memiliki struktur yang baik serta pemberdayaan karyawan yang baik, karena begitu banyak pebisnis yang memiliki perusahaan besar yang selalu berfokus kepada keuntungan yang sebesar-besarnya bagi perusahaan, tentu loyalitas dari karyawan yang sebesar-besarnya dan batasi tuntutan karyawan ke ketat-ketatnya dengan pasal-pasal yang begitu berliku, yang jika dikonfirmasi akan mendapatkan penjelasan yang bukan main berlikunya.

Okey, LOYALITAS menjadi kata yang sangat manis jika ada keseimbangan di kedua belah pihak, jika ada beberapa direktur yang juga sedang memberikan motivasi di depan para karyawan melata lainnya akan menyampaikan jika seorang karyawan harus memiliki loyalitas tinggi terhadap perusahaan tempatnya bekerja untuk mendapatkan kedudukan yang lebih tinggi, dan akan dilanjutkan dengan pembuktiaan “buktinya saya, dulu….” dengan harapan akan membakar semangat loyalitas karyawan tanpa batas.

huftblog-usir-jenuh

Namun, setiap usaha yang dilakukan harus memahami betul lingkungan, jika management baik, hal itu akan sangat tidak sia-sia, tetapi jika sebaliknya apa yang harus dilakukan? mungkin pilihan cepatnya adalah mengundurkan diri, tetapi dimanakah perusahaan yang memiliki keseimbangan loyalitas yang sempurna? nyaris tidak ada, dan jika ada pastinya sudah diserbu dan ditempati orang-orang yang memiliki kemampuan dan keberuntungan.

Nah bagaimana dengan yang manusia lainnya? karena harus ada orang yang bekerja di perusahaan yang egois, seperti halnya manusia, perusahaan juga ada yang egois dan biasanya semakin besar perusahaan akan dibarengi dengan meningkatnya ego perusahaan tersebut.

Nah ini ciri-ciri Perusahaan egois :

  • Melarang karyawannya untuk bergabung dalam organisasi serikat-serikat kerja. Biasanya pemilik akan meminta adanya kemudahan dan keuntungan untuk pribadi dari usaha yang dilakukan, yang pada intinya memaksa karyawannya untuk tidak profesional dalam bekerja.
  • Tidak ada ketetapan pasti mengenai kenaikan gaji, bonus dll yang berkaitan dengan keuntungan karyawan.
  • Mewajibkan karyawannya untuk mengikuti perusahaan dalam pemilihan account bank penerimaan gaji, ansuransi kesehatan. Dalam ansuransi kesehatan akan ada berbagai macam peraturan penggunaan, dan akan banyak pengobatan yang tidak bisa di tangguhkan ke asuransi dan limit yang tidak sesuai dengan kondisi.
  • Akan memberikan informasi yang berbeda terhadap esternal dan internal perusahaan, misalnya penghasilan perusahaan eksternal hasilnya baik sedangkan internal hasilnya kurang baik.

HRD menjadi department yang paling dibenci oleh karyawan lainnya, dan HRD menjadi department istimewa, karena pengusaha akan melakukan penekanan karyawan melalui department ini.

“biasanya mereka tidak segan-segan untuk menanggapi keluhan karyawan dengan kata-kata “jika tidak suka keluar  saja” hal terakhir, pemimpin-pemimpinnya atau kepala bagian dll-nya banyak yang tidak memiliki jiwa kepemimpinan, karena dalam perusahaan tersebut pasti menyimpan banyak karyawan yang tidak profesional dalam jabatannya tetapi pandai menyenangkan atasannya.

Khusus point terakhir, hal ini biasanya terjadi karena lingkungan dan kondisi, karena mereka akan membaca situasi lingkungan kerja, dan mencari cara untuk bertahan dilingkungan tersebut, atau secara pribadi telah memiliki bakat pengabdian yang membabibuta alias penjilat.

boss-jahat-30j1dmih3vcs2d0hbr25my

Nah biasanya mereka yang memiliki jabatan kepala bagian atau kepala department yang mendapatkannya jabatannya dengan cara lain dari kemampuan yang memadai yaitu :

  • Ingin selalu dihormati (mengingat sulitnya dia mendapatkan jabatan itu)
  • Moody (karena sesuai dengan atasannya memperlakukannya, karena jelas orang moody tidaklah profesional)
  • Tidak memiliki power. Saat terjadi masalah antara bawahannya dengan department lain akan menyelamatkan bokongnya sendiri, maka orang-orang yang berada dibawah kepemimpinannya harus berjuang sendiri untuk apa yang terjadi padanya, saat masalah datang jangan bahas struktur.

Jika mengeluh akan pekerjaan, anda akan menerima nasihat untuk bersyukur, ujian, dan iklas, dimana-mana semuanya sama sulitnya untuk dilakukan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s