Sejarah Mencatat; Indonesia Gegerkan Eropa tahun 1935

Kegegeran tersebut muncul dari terciptanya sebuah pesawat terbang yang berhasil dibuat oleh putra bangsa yang bernama Achmad bin Talim, pesawat tersebut dibernama Walraven-2.

Achmad bin Talim merupakan sosok bersejarah dalam perkembangan dunia penerbangan Indonesia, khususnya dalam sejarah Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara. Kiprahnya bermula sebagai tukang kikir pesawat berkisar 3 tahun sebelum seorang teknisi Fokker asal Belandamemintanya memperbaiki pesawat. Pemuda Kelahiran Bandung pada tahun 1910 ini pernah bersekolah pada Sekolah Rakjat (SR) Ciroyom, lulus sekolah teknik pada tahun 1926, kemudian mendapat tawaran bekerja di Luchtvaart Afdelling, suatu bagian dari Militaire Luchtvaart Dients(penerbangan Militer Hindia Belanda) di Andir. Pernah terbang karena disuruh atasannya menjadi pemberat (ballast) saat dilakukan uji terbang. Untuk jadi pemberat ia mendapat upah 1,20 sen perjam. Dia sendiri tidak suka terbang. Sejak kecil Achmad bin Talim sering melihat pesawat terbang di Pangkalan Udara Andir.

Pembuatan pesawat ini berawal dari pesanan seorang pengusaha roti yang bernama Mr Hien Ke Khow, ia merasa berat harus mengeluarkan ongkos yang besar guna mengirim roti keberbagai daerah terutama bali dan jawa tengah dari bandung jawa barat.Pada bulan maret 1934 ia menugaskan laurens walter walraven yang pada masa itu menjabat sebagi kepala departemen disain teknis pada Luchtvaart Afdeling/Koninklijke Nederlands-Indische Leger yaitu departemen Penerbangan  tentara Hindia-Belanda (LA/KNIL) untuk mendisain pesawatnya.

Untuk melakukan pekerjaan tersebut maka walraven merekrut seorang teknisi pesawat asli pribumi yaitu Achmad bin talim dan kapten M.P.Pattist, mereka memiliki tugas masing-masing, M.P.Pattist dan walraven bertugas untuk merncang pesawat sedangkan Achmad bin talim bertugas menangani pengerjaannya.

Pengerjaan pesawat itu dilakukan setiap sore hari sepulang kerja dari bandara andir oleh Achmad bin talim, karena proyek ini hanya sebagai pekerjaan sampingan, dan selesai dalam waktu 6 bulan, sedangkan kelengkapan lainnya seperti roda pendaratan dilakukan oleh M.P.Pattist dan Walraven, ini merupakan pesawat pribadi pertama pertama yang didesain untuk kepentingan bisnis, badan pesawat tersebut terbuat dari kayu.

Pada 27 september 1935 peswat buatan anak bangsa ini berhasil untuk kali pertama mendarat dieropa, mesin yang diusung oleh pesawat ini menggunakan pobjoy niagara dengan 7 silinder yang masing-masing silinder memiliki kekuatan 90 tenaga kuda, dan terpasang di kedua sayap pesawat.

Pesawat ini sengaja dirancang untuk menempuh penerbangan jarak jauh sekitar 1100mil diatas udara, dan pesawat ini berbeda dari kebanyakan pesawat dijaman itu yang dari segi desainnya belum compact dan masih rendah dalam nilai estetis, walraven 2 memiliki disain yang ramping dengan sayap tunggal dan rendah serta juga dilengkapi dengan Cowl atau penutup mesin dan roda dengan model aerodinamis.

Pesawat ini memiliki beban sayap dengan berat 56,5kg untuk setiap meter perseginya, luas permukaan sayap pesawat ini 17,7 meter, dan diestimasikan  pesawat walraven ini memiliki kecepatn 235 kilometer per jam, dan dapat terbang setinggi 3380mdpl.

Pesawat walraven ini merupakan pesawat yang pertama dengan desain modern , pesawat ini ditempatkan di bandara yang saat ini bernama Bandara Husein Sastranegara, yang dulunya bernama Bandara Andir.

1

Spesifikasi pesawat walraven 2

Karakteristik umum

  •         Kru : 2
  •         Panjang : 7,8 m ( 25 ft 7 in)
  •         Lebar sayap : 11 m ( 36 ft 1 in)
  •         Tinggi: 2.15 m ( 7 kaki 1 di )
  •         Daerah sayap : 17,7 m2 ( 191 sq ft )
  •         Airfoil : Göttingen 681
  •         Berat kosong : 626 kg ( £ 1380 )
  •         Berat kotor : 1.100 kg ( £ 2425 )
  •         Powerplant : 2 × Pobjoy Niagara III tujuh silinder piston radial 7 – cyl . berpendingin udara mesin piston radial , 66 kW ( 88 hp ) masing-masing

3

prestasi

  •         Kecepatan maksimum : 250 km / h ( 155 mph ; 135 kn )
  •         Kecepatan jelajah : 200 km / h ( 124 mph ; 108 kn )
  •         Range: 1.800 km ( 1.118 mil ; 972 nm )
  •         Layanan langit-langit : 6.000 m ( 19.685 ft )
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s