Kenangan David Bowie dan Indonesia

Kabar meninggalnya David Bowie meninggalkan luka mendalam untuk penikmat musik dunia, termasuk penggemarnya di Indonesia. Bowie memang punya kedekatan cukup erat dengan negeri ini.

Ceritanya, pada 1993, Bowie merilis sebuah album berjudul ‘Black Tie White Noise’. Album tersebut pun sukses terjual hingga lebih 100 ribu kopi dalam dua minggu perilisannya.

Tapi, sebenarnya bukan itu yang jadi fokus utama untuk penikmat musik di Indonesia. Namun, ada keunikan dari rilisan edisi Indonesia untuk album ‘Black Tie White Noise’.

Ada satu lagu yang digarap secara khusus dengan lirik bahasa Indonesia berjudul ‘Don’t Let Me Down & Down’. Pada perayaan 10 tahun, album ‘Black Tie White Noise’ pun dirilis ulang. Lagi-lagi, , lagu ‘Don’t Let Me Down & Down’ versi Indonesia pun kembali dimasukkan.

Kemudian, ada satu lagi bukti kenapa Bowie disebut erat banget dengan Indonesia. Bowie sempat mampir ke Indonesia pada 1991 lalu untuk bertemu pengusaha Setiawan Djodi. Mereka pun menghabiskan malam satu suro bersama.

image

Dalam foto yang diupload @adiaa31 di Twitter, Bowie nampak datang ke Indonesia bersama Iman, perempuan yang saat itu masih menjadi kekasihnya. Foto itu disebut diambil oleh salah satu keluarga Keraton Mangkunegaran, Solo.

Kini penikmat musik di Indonesia berduka setelah sang legenda meninggal dunia karena kanker. Ia telah bertarung melawan penyakit tersebut selama 18 bulan. Bowie meninggal di usia 69 tahun

Sumber berita : Detikcom dan la-light.com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s