Bonus Demografi, Menguntungkan. Net Import Energi.. Bisa Bahaya !!!

Sangat disayangkan, kesempatan emas sebuah bangsa yang besar ini jarang menjadi pusat perhatian, paling tidak disebut, oleh pengambil kebijakan. Saya khawatir kalau kebijakan-kebijakan yang ada tidak untuk diproyeksikan untuk masa kedepan untuk kemajuan Indonesia.

😦 “kamu politikus ya selalu mikirnya next election, kalau kondisinya seperti sekarang ya harus ditargetkan untuk pemilu tahun 2019 !”

workforceworld

Jaman SBY sempat terlontar Indonesia bakal menyalip German, salah satunya karena adanya “tenaga kerja” Indonesia yang melimpah ini. Potensi ini harus disiapkan dengan Bahan Baku, Bahan Bakar, serta Lingkungan Aman. Sehingga anak-anak bangsa ini dapat berkiprah secara optimal untuk memajukan bangsanya. Pernah diramalkan menyalip Jerman 2030.http://www.cnbc.com/id/49069336

“Usia produktif tidak hanya usianya yang produktif tetapi produktivitasnya juga harus produktif. Kita harus perhatikan total factor productivity, harus kita masukkan dalam agenda pengembangan ekonomi. Bonus demografi harus dapat meningkatkan pertumbuhan pendapatan produk Neto bisa lebih dari 10 persen. Kesenjangan usia yang muda dari 0-15 , dan yang 60 ke atas harus kita dekati dengan program social protection, sedang yang produktif, kita harus perhatikan dengan pendekatan program employment yang ditinggikan”.

Bonus Demografi

Bonus demografi merupakan kondisi demografi dimana jumlah penduduk produktif melebihi jumlah penduduk yang tidak dalam usia produktif. Kondisi seperti ini tidak mudah terjadi atau bahkan bisa dikatakan kesempatannya hanya sekali saja. Kondisi ini merupakan hasil program kontrol kelahiran bayi yang dicanangkan secara intensif tahun 1960-1970 an yaitu Program Keluarga Berencana atas rancangan ide dari Widjoyo Nitisastro.

BonusDemografi1Salah satu konsen saya adalah penyediaan energi dan juga sumberdaya alam untuk menjadi bahan bakar dan bahan baku untuk generasi pekerja tangguh dari Indonesia!

Dimana diperkirakan Indonesia akan menjadi Net Import Gas tahun 2016 dan menjadi Net Import Energi total tahun 2024 atau paling lambat 2027. Yang membuat saya galau adalah bagaimana kesiapan kita dalam penyediaan energi ini. Semoga kedua pemerintah mampu membuatnya menjadi sebuah kebijakan yang “aman”.

😦 “ Net Import Energi itu apa ya ?”
🙂 “Artinya jumlah sumber bahan bakar energi dalam negeri tidak mencukupi kebutuhan energi total. Jadi kita membeli (mengimport) energi dari negara lain. Jumlah batubara, migas, geothermal, serta energi kita tidak cukup karena rakyat Indonesia RAJIN BEKERJA membutuhkan ENERGI !”

Sebenarnya import bahan baku bukan hal yang mengkhawatirkan karena yang lebih penting menyiapkan untuk kebutuhan itu, termasuk dengan kontrak pengiriman gas seperti yang dilakukan negara lain ketika kita masih surplus gas. Artinya untuk import gas perlu “receiving terminal” untuk proses de-gas-ing LNG.

BonusDemografiEnergiBanyak negara dapat mengimport dengan mudah karena daya beli masyarakatnya yang mampu membeli.

Dimana rakyat yang tangguh, pandai, cerdas dan memiliki mental kerja bagus akan mendapatkan dari penjual (exportir).

😦 “Jadi import itu sebenarnya tidak apa-apa ya  ?”
🙂 “Yang penting kamu cerdas dan membuktikan bahwa mampu membeli dan membayarnya dengan bekerja !”

Bahan baku, Bahan bakar dan Bahan pangan

Strategi yang dijalankan pemerintahan sekarang dengan “membatasi” eksport bahan mentah hasil tambang merupakan salah satu kebijakan cerdas untuk menyiapkan “bahan baku” untuk tenaga kerja Indonesia dimasa depan. Program program seperti ini HARUS dijalankan nantinya oleh pemerintah. Dan juga untuk satu bahan yang terpenting lainnya yaitu membatasi eksport bahan pangan yg mengandung kecerdasan.

😦 “Hallah, kamu ini. Mana ada bahan pangan mengandung kecerdasan ?”
😀 “dul, tahukah kamu bahwa protein yg menjadi bahan dasar penyusun otak manusia itu ada pada udang yang selama ini kualitas nomer satunya justru kita kita yang eksport ?”
😦 “Woo pantesan saya nggak cerdas ya  ?

Kalau belum yakin fungsi protein, silahkan baca artikel scientist ini http://www.the-scientist.com/?articles.view/articleNo/39492/title/Protein-Protects-Aging-Brain/

Nah, buat kamu – kamu generasi muda, apa yang sudah kamu siapkan buat penghidupan kalian, dimana kawan seusia kamu yang kerja sudah sangat banyak ?
Lalu kamu sekarang mau Menjadi pengusaha, menjadi pekerja atau menjadi politisi ?

Silahkan kamu renungkan.. namun yang terpenting adalah bagaimana kita sebagai angkatan muda bisa menjadi Produktif bukan hanya menjadi bagian orang yang Konsumtif.

Ayo kita bergerak sekarang..!!!  jangan menunggu lagi…!!!

bila belum menguasai bidang yang ingin kalian kerjakan, belajarlah dengan teman, saudara ataupun orang-orang yang kamu kenal dan sukses serta paham akan bidang yang akan kalian fokuskan.

#Semoga Bermanfaat

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s