Kato Nan Ampek yang Terlupakan

Kato Nan Ampek bisa dikatakan sebagai undang-undang yang berlaku dalam komunikasi di Minangkabau.

image
Pakaian khas adat Minangkabau pada tahun 1900-an.

Kato Nan Ampek tersebut terdiri dari :
– Kato mandaki.
– Kato manurun.
– Kato mandata.
– Kato malereang.

Kato mandaki adalah tata cara berkomunikasi dengan orang yang lebih tua dengan hormat, sopan dan merendah. Kato manurun, dengan orang yang lebih muda dengan lembut dan penuh kasih sayang. Kato mandata, dengan orang yang sebaya atau seumuran. Serta Kato Malereang yang digunakan saat berkomunikasi dengan orang sumando.

Zaman sekarang ini keempat aturan di atas sudah mulai kehilangan eksistensinya. Semuanya sudah mulai dicampur adukkan. Tak jarang orang Minang saat ini mulutnya lepas saja dengan para sumando. Tak jarang anak-anak muda yang tidak tahu sopan dan santun saat berbicara dengan orang yang lebih tua dan segala macamnya.

Perkembangan zaman memang tidak bisa dicegah namun kita tahu bahwa ada kata bijak yang mengatakan: bangsa yang besar adalah bangsa yang bisa menjaga budayanya.

Budaya Minangkabau yang diwariskan secara turun temurun adalah aset yang amat sangat berharga sehingga perlu kita jaga.

Jangan biarkan budaya-budaya kita terancam punah oleh zaman dan oleh para pewarisnya sendiri.

Berbanggalah dengan budaya kita sendiri dengan cara melestarikannya dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

#BanggaBudayaSendiri
#AdatMinangkabau
#IndonesiaBerbudaya

Sumber: Sumbar.co

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s