Secangkir kopi dengan teknik syphon

Syphon, sebuah alat seduh pertama kali diciptakan seorang ilmuwan kapal selam berkebangsaan Skotlandia bernama Robert Napier. Alat ini memanfaatkan bidang vakum yang tercipta ketika sebuah wahana kosong tertutup rapat dipanaskan.

image

Air yang dipanaskan di bejana bawah pada temperatur yang cukup rendah (ternyata hanya sekitar 75-85 C) naik ke bejana diatasnya untuk bercampur dengan bubuk kopi, “bergaul” sebentar, lalu ditarik kembali kedalam bejana bawah akibat tekanan yang terbentuk didalamnya.

image

Coffee Syphon merupakan alat pembakaran kopi dengan menggunakan tabung kaca yang berisikan air, kemudian uap dari air pembakaran yang sudah panas itu mengalir ke tabung kaca di bagian atasnya, bercampur dengan bubuk kopi. Setelah kopi dan air mendidih itu tercampur, kaca tabung kopi yang sudah bercampur air kembali ke tabung kaca yang mendidih. Setelah itu, air kopi itu dituangkan ke cangkir dan siap disruput. Tingkat panas air yang dibakar dengan menggunakan tabung kaca ini 90 derajat celcius.

image

Cara Coffee Syphon ini membutuhkan waktu sekitar 10 menit. Syphon selama bertahun-tahun menjadi salah satu metoda ekstraksi kecintaan bangsa jepang. Beberapa orang mengatakan bahwa metoda ekstraksi ini benar-benar menampilkan karakter kopi yang sesungguhnya yang murni, Ekspansi metoda ekstraksi yang satu ini ke benua Amerika, tempat dimana saat ini orang-orangnya lagi rewel-rewelnya sama kopi, baru terjadi beberapa tahun belakangan.

image

Namun karena pada dasarnya mereka rewel, dalam waktu singkat mereka menemukan sebuah teknik ekstraksi yang dapat menimbulkan karakter rasa yang berbeda dengan metoda ekstraksi yang biasa dilakukan oleh orang jepang.

Variasi metode ekstrasi yang biasanya dilakukan dengan menggunakan Syphon yaitu:

>> Cara pertama : Bejana bawah diisi air panas (agar lebih cepat), bejana atas sudah diberi bubuk kopi namun hanya disandarkan saja pada bejana pertama. Dalam kondisi ini kondisi vacum belum tercipta. Setelah air cukup panas, bejana atas dipasangkan hingga rapat dan dalam hitungan detik air naik keatas dan bercampur dengan kopi. Dengan menggunakan semacam sendok kayu, kopi diaduk 4 kali agak bercampur dengan baik dengan air. Pemanas dibiarkan menyala selama beberapa menit walau air di bejana bawah sudah habis dan seduhan kopi dibejana atas tampak bergolak (dengan temperaturnya maksimal 85). Setelah beberapa saat, pemanas dimatikan dan larutan kopi akan tersedot dan tersaring ke bejana bawah. Kopi yang disajikan dengan teknik ini cenderung akan memiliki tekstur yang lebih rendah dibanding metoda ekstraksi lainnya, dengan acidity yang akan dominan (yang biasanya akan menimbulkan sebuah sensasi manis lembut dimulut sesudahnya , namun memiliki karakter khas terasa bersih (clean and crisp) dimulut.

image

>> Cara Kedua : Caranya mirip dengan pertama, namun bejana atas baru ditambahkan kopi setelah bejana atas berisi air dari bejana bawah. Kopi lalu diaduk beberapa kali agar tercampur rata, dibiarkan beberapa saat dalam kondisi pemanas tetap menyala, lalu diaduk lagi beberapa saat kemudian setelah pemanas dimatikan agar kopi tercampur rata kala mulai disedot oleh bejana bawah. Penambahan kopi dibelakang ini memungkinkan kita untuk menyesuaikan pada suhu berapa kita ingin menyeduh kopi kita. Dalam cara kedua ini, air naik ke bejana atas pada temperatur yang lebih rendah daripada cara pertama , yaitu sekitar 78 C. Kopi yang disajikan dengan cara ini memilki tekstur kopi jauh lebih tebal dibanding cara pertama, dengan keasamaan yang lebih kalem, lebih manis, dan cenderung lebih mengeluarkan karakter buah. Kopi yang diseduh dengan teknk ini pun cenderung lebih tidak sensitif terhadap temperatur, dimana perubahan karakter kala panas dan dingin tidak terlalu besar.

image

>> Cara ketiga : Bejana bawah diisi dengan air panas, bejana atas langsung dipasang rapat dan sudah berisi bubuk kopi. Pemanas langsung dimatikan ketika air sudah mulai naik ke bejana atas. Campuran kopi dalam bejana atas lalu diaduk beberapa kali sebelum lalu disedot oleh bejana atas. Memang cukup merepotkan penyeduhan kopi menggunakan Syphon, namun Anda akan mendapatkan sensasi rasa yang luar biasa dengan menggunakan cara ini.

Pengetahuan Manual Brewing with siphon diberikan oleh Monica Tjandra di Beskem cafe beberapa waktu lalu.

Buat pecinta kopi bisa mampir ke Beskem Cafe bila ingin mencoba Variasi kopi yang disuguhkan cafe tersebut.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s