Marhaban Yaa Ramadhan

Perhatikanlah wahai orang yang berpuasa!. Apa yang dapat dipetik dari akhbar; ghibah, bohong, memandang hal-hal yang diharamkan seperti memandang bukan muhrim, didasari dengan kebencian dan kezaliman –sedikit ataupun banyak- akan membatalkan puasa, karena puasa bukan hanya tidak makan dan minum saja.
Karena orang yang (sebenarnya) berpuasa harus juga berpuasa telinga, mata, lidah, faraj dan perutnya. Kaki dan tangannya pun harus terjaga.

image

Banyaklah diam, kecuali kata kata untuk kebaikan.& Bersahabatlah dan berbuat baiklah dengan pembantu dan pelayanmu, karena puasa harus menjaga telinga dan mata dari semua hal yang haram dan yang membawa keburukan.

Hindarilah memarahi dan menghardik pembantu dan pelayan, jauhilah. Dapatkan& nilai dari puasa.& Karena dan hari itu adalah hari puasamu jangan jadikan hari puasamu sama dengan hari ketika kamu tidak berpuasa. Rasul SAW bersabda: “Apa yang paling mudah dijalankan oleh orang yang berpuasa dan Allah SWT menjadikan-Nya mudah bagi orang yang puasa adalah tidak minum dan tidak makan.”

Puasa hakikatnya adalah memutuskan anggota badan dari perbuatan dosa, tidak sekali-kali melihat pada hal-hal yang dilarang Allah SWT. Kalau berpuasa dengan dasar tersebut, maka hati akan terjaga untuk selalu mengingat Allah SWT, hanya berpuasa untuk Allah SWT sajalah puasa itu akan sempurna. Kalau seseorang mengetahui hakikat puasa, maka derajat dan hikmat tasyri’ puasapun akan diketahuinya. Dengan sendirinya dia akan menjauhi dan menghindari dari perbuatan haram sehingga puasanya dapat diterima, kalau tidak, maka puasanya patut dipertanyakan. Makna dari pada sudah terlaksananya kewajiban berpuasa, tidaklah berarti bahwa nanti di hari kiamat dia sudah akan berbahagia dan puasanya telah diterima.

Ukuran yang paling jelas untuk menimbang puasa diterima atau tidaknya puasa di bulan puasa adalah sabda Rasulullah SAW.
Bagi orang yang berada di bulan (puasa-Ramadhan) tapi dosanya tidak berkurang, sebagaimana sabda Nabi: “

Barang siapa telah meniggalkan bulan puasa (Ramadhan) tapi dosanya tidak berkurang, Allah SWT tidak akan mengampuninya.”

Dengan dasar ini pula beliau diutus Allah SWT sebagai rahmat untuk seluruh alam.

Petunjuk jelas untuk memperluas dan melipatgandakan rahmat, pengampunan-Nya yang & mencakup semuanya serta& kasih-Nya di bulan ini. Bukankah tidak ada kenikmatan lain lagi selain ini?!. Dia adalah Rahmatan lil alamin. Muslimin tidak akan terkutuk betapapun besar dosanya.

#SemogaBermanfaat

a Good People Is a Good News

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s