14 Mei 1998 yang Mencengkam Dan penuh tanda Tanya.

Sejarah telah mencatat bahwa lengsernya Presiden Soeharto akibat tuntutan reformasi yang harus dibayar mahal oleh mahasiswa dan elemen masyarakat dengan pengorbanan materi, raga bahkan jiwa dalam peristiwa yang dikenal dengan istilah “Tragedi mei 1998”.

TGPF (Tim Gabungan Pencari Fakta) mencatat tidak kurang 288 orang korban meninggal, 101 korban luka, 92 orang wanita menjadi korban pemerkosaan, Ratusan rumah serta puluhan Mall / Dept. Sore terbakar. Kerugian fisik diperkirakan mencapai Rp 2,5 Triliun.

Protes mahasiswa berawal saat para aktivis 98 (Saat itu masih menjadi Mahasiswa) yang mendatangi DPR/MPR untuk menyatakan penolakan terhadap pidato pertanggung jawaban Presiden Soeharto yang di sampaikan pada Sidang Umum MPR 5 Maret 1998. Mahasiswa menyerahkan agenda “Reformasi Nasional”. Mahasiswa di terima oleh Fraksi ABRI.

Aksi mahasiswa tidak di hiraukan oleh Soeharto dan 11 maret 1998 Harmoko sebagai Ketua DPR/MPR dalam SU MPR melantik Soeharto sebagai Presiden RI.

9 Mei 1998 Soeharto berangkat ke Kairo, Mesir untuk menghadiri pertemuan KTT G -15. Ini merupakan lawatan terakhirnya keluar negeri sebagai Presiden RI.

Setelah terjadi penembakan mahasiswa Trisakti 12 Mei 1998 menewaskan 4 orang mahasiswa (Elang Mulia, Hafidin Royan, Hendriawan dan Heri Hartanto. Semoga mereka mendapat tempat disisi Allah). Dan puluhan yang terluka. Namun aparat membantah telah menggunakan peluru tajam,Tetapi uji balestik di Belafast Irlandia thn 2000, peluru yang tertanam di tubuh korban adalah peluruh tajam berkaliber 5,56 mm dari senjata Polri unit Satuan Gegana.

Di beberapa lokasi aksi mimbar bebas seperti di depan kampus UI terdapat sekelompok massa “BERAMBUT CEPAK” ada juga yang GONDRONG memprovakasi massa untuk melakukanunjuk rasa. pakai baju ormas mengajak mahasiswa UI keluar kampus untuk demo bersama, namun mahasiswa tidak terpancing, akhirnya massa berambut cepak mulai melemparkan batu ke dalam kampus dan membakar ban mobil. Massa tersebut jumlah kecil itu mulai memprovakasi masyarakat yang berada di sekitar Jl. Dr. Cipto Mangunkusumo, mereka berorasi memancing masyarakat sekitar. Tiba2 banyak yang datang bergabung lalu mereka membakar Show Room mobil Timor. Massa tersebut akhirnya disebut “KELOMPOK SILUMAN”

Ada yang aneh, kelompok siluman ini mahir melempar bom molotov dan lihai memprovakasi rakyat, menyulut kemarahan massa, mereka selalu datang bergerombol di terjunkan kelokasi demo dengan mobil pick up, truk serta menghilang tiba2 begitu kerusuhan meletup.

13 Mei 1998 Jakarta mencekam, rusuh dimana mana, Jakarta berkobar, kerusuhan, penjarahan, pembakaran toko, perkantoran bahkan Yogya Depatement Store terbakar habis, Supermarket Hero, Super Indo, Makro, Goro, Ramayana dan Borobudur , sekitar 500 orang meninggal dunia terpanggang hidup2, serta terjadinya pemerkosaan terhadap wanita.

Pada tgl 14 Mei ada pasukan dari Solo di berangkatkan ke Jakarta, mendarat di Bandara Halim. Pada saat yang bersamaan antara Jakarta & solo, kerusuhan terjadi dalam waktu tepat bersamaan yaitu pagi hari. Jakarta benar2 lumpuh. Hari itu merupakan puncak dari huru hara di Jakarta dan beberapa kota besar di Indonesia.

Soeharto, mengatakan bersedia mengundurkan diri jika rakyat menginginkan. Ia mengatakan itu di depan masyarakat Indonesia di Kairo.

15 Mei ‘98, Soeharto mempersingkat lawatannya di Kairo & kembali ke Indonesia serta mengatakan bersedia mengundurkan diri.

Dari rangkaian rangkuman singkat peristiwa lengsernya Soeharto & kerusuhan yang berkobar pada Mei 1998 banyak keanehan yang terjadi,

Siapa dibali kerusuhan Mei 1998. Apakah WIRANTO?? atau PRABOWO SUBIANTO ??

Apakah kerusuhan yang terjadi hampir bersamaan waktunya di beberapa kota besar di Indonesia secara SPONTANITAS?? atau By DESIGN ??

Siapa dibalik penembakan mahasiswa serta penculikan aktivis Mei 1998. WIRANTO?? Ataukah PRABOWO SUBIANTO ??

Siapakah massa “berambut cepak berseragam ormas” yang memprovokasi masyarakat..?

Kemana Polri & TNI saat kerusuhan melanda Ibu kota yang membuat Jakarta lumpuh total dan masyarakat ketakutan.

Kenapa pemerintah dalam hal ini TNI tidak memberlakukan jam malam sebagai situasi darurat keamanan Ibu kota…?

Apakah kerusuhan yang terjadi di Ibu kota & beberapa kota besar lainnya merupakan PEMBIARAN PEMERINTAH…?”

Kenapa Wiranto sebagai Menhamkam / Pangab berangkat ke Malang pd 14 Mei 1998 untuk serah terima PPRC, padahal situasi Ibu kota sangat “GENTING”…?

Jawabannya sangat sederhana. Mari simak dengan akurat tanpa ada KEBERPIHAKAN pada individu atau kelompok tertentu.

* Kemarahan elemen masyarakat atas terjadinya penembakan & akhirnya 4 org mahasiswa Trisakti tewas menuntut REFORMASI oleh aparat keamanan.

* Info beredar bhw Anggota Kopasus pakai seragam Polri sebagai pelaku penembakan “Sniper” atas perintah Prabowo.

* Teori konspirasi ini TIDAK TERBUKTI, karena uji balestik Di BELFAST IRLANDIA thn 2000 dari peluru di tubuh korban berkaliber 5,56 mm, Uji balestik thn 2000 peluru di tubuh korban berkaliber 5,56 mm, berasal dari Anggoya Polri Unit GEGANA.

* Jika penembakan di lakukan oleh Kopasus dgn SNIPER, kalibernya diatas 7 mm. Teori konspirasi tentu TIDAK TERBUKTI.

* Jika penembakan pakai Sniper, maka sasaran tembak dipilih sesuai target, tapi faktanya penembakan yang terjadi secara Random.

* Jika kerusuhan yg terjadi adalah spontanitas, maka kerusuhan akan BERSIFAT MENJALAR ke daerah2, tp faktanya KEJADIAN BERSAMAAN.

*Jadi jelas bahwa kerusuhan di Jakarta & kota2 besar lainnya merupakan PEMBIARAN serta TERENCANA.

*Fakta lain keterlibatan Polri pemicu kerusuhan, Dan Puspom ABRI Syamsu Djalal, tidak berhasil meminta Kapolri Dibyo Widodo untuk menyerahkan anggotanya yg dicurigai terlibat penembakan mahasiswa Trisakti. Lebih 2 minggu stlh insiden berlalu 29 Mei, barulah Wiranto memanggil Kapolri & memerintahkan agar menyerahkan anggotanya.

* Yang ANEH, Kapolri menyerahkan anggota Polri ke Polda, BUKAN ke POM ABRI, karena saat itu Polri masih bagian dari ABRI.

* Yang LEBIH ANEH, senjata Polri baru di serahkan sebagai barang bukti nanti 19 Juni 1998, 1 bulan lebih setelah peristiwa.

* Apabila Prabowo yang dituduh berada di balik penembakan itu, Prabowo sebagai Pangkostrad TIDAK PUNYA AKSES memerintah Polri.

* Yang dapat memberi perintah langsung pada Polri adalah Wiranto sebagai Menhankam / Pangab. JELAS KETERLIBATAN WIRANTO.

* Sebelum Wiranto berangkat ke Malang membawa petinggi2 ABRI hanya sekedar upacara serah terima dari Dev. I ke Dev. II , malamnya tgl 13 Mei 1998 Wiranto memimpin rapat Garnisun menerima laporan situasi & kondisi Ibu kota pasca kerusuhan. Dari rapat dg Garnisun seharusnya Wiranto membatalkan ke berangkatannya ke Malang bersama petinggi2 ABRI.

* Wiranto sebagai Menhankam / Pangab hrs bertanggung jawab penuh terhadap situasi keamanan Ibu kota & Republik Indonesia

* Upacara serah terima PPRC adalah hal rutin di TNI, tidak perlu Wiranto bertindak sebagai Komandan Upacara terlebih Ibu kota dalam keadaan genting.

* Menurut info yang beredar Prabowo sudah menunjuk Kasum TNI Fahrus Razi sebagai Inspektur, namun di ambil alih oleh Wiranto. APAKAH INI DI SENGAJA…?

* Ada info bhw Prabowo.S sudah menghubungi Wiranto agar membatalkan berangkat ke Malang. Namun hal ini di bantah oleh Wiranto, bhw tidak ditelepon Prabowo yang di terima oleh Ajudannya maupun Sekretarisnya.

* Sekarang faktanya, terlepas apakah Prabowo melarang Wiranto berangkat ke Malang atau tidak, WIRANTO JELAS2 MENGABAIKAN SITUASI IBU KOTA YG SEDANG GENTING dan memilih berangkat ke Malang. Apalagi dari hasil rapat Garnisun 13 Mei 1998 malam, Ketua Badan Intelj. ABRI Zaki Anwar melaporkan situasi Ibu kota sedang genting.

* Disini terlihat FAKTOR PEMBIARAN dari Wiranto soal keamanan Ibu kota pasca kerusuhan Mei 1998.

* Fakta lain bahwa Dan Puspom ABRI Syamsul Djalal ingin memberlakukan JAM MALAM di Ibukota, namun di tolak oleh Wiranto.

* Fakta lain KEANEHAN SIKAP WIRANTO, Mabes ABRI perintahkan Pangdam Jaya membantu pengamanan Ibu kota, Pangdam Jaya minta bantuan pada Prabowo.S untuk mendatangkan tambahan pasukan dari kerawang, Cilodong, Malang & Makassar. Tapi Wiranto TIDAK MEMBERI IZIN PEMAKAIAN PESAWAT HERCULES, untuk mengangkut pasukan tambahan pengamanan.

* Sebagai Menhankam / Pangab seharusnya Wiranto mengambil alih Komando dan secara fisik wajib berada di lokasi kerusuhan.

* Fakta lain keterlibatan Wiranto adalah pembentukan PAM SWAKARSA, Ini adalah trik Wiranto menangani protes rakyat dalam SI MPR. Pam Swakarsa yang dibentuk dari rakyat sipil berbasis Islam untuk melawan rakyat sipil, agar TNI cuci tangan dari konflik vertical.

* Kesaksian Kivlin Zein yang diperintah oleh Wiranto untuk minta dana dari Setiawan Djodi lewat Jimmly Asshidiqie untuk membentuk Pam Swakarsa.

* Kembali pada peristiwa 12 mei’98 penembakan pada mahasiswa & korban tewas 4 orang mahasiswa Trisakti Dituduh Prabowo.S sebagai dalangnya. Fakta bhw 14 Mei terjadi pertemuan di Makostrad dengan tokoh2 masyarakat Adnan Buyung Nasution, Fahmi Idris (mantan Ketua Golkar), Bambang Widjajanto (Skrg Pimp. KPK) atas inisiatif Setiawan Djodi. Ke 4 tokoh masyarakat ini menanyakan keterlibatan Prabowo.S atas penembakan mahasiswa Trisakti. Prabowo Subianto menjawab : “Demi Allah saya tidak terlibat, saya di set-up.”

* Fakta berikutnya 5 hari setelah insiden penembakan, Prabowo datang ke rumah Herry hartanto (salah seorg korban), Di depan Syahril Mulyono (org tua orban) Prabowo di bawah Al-Qur’an bersumpah : “Demi Allah saya tidak pernah memerintahkan pembantaian mahasiswa”. Sebagai ummat Islam kita sangat yakin Prabowo bersumpah atas nama Allah, bukanlah pelaku atau pemberi komando.

* ini jelas menandakan bukanlah Prabowo.S di balik penembakan mahasiswa Trisakti 12 Mei 1998.

* Kasus penculikan beberapa org aktivis di curigai adalah keterlibatan Prabowo . Namun DKP (Dewan Kehormatan Perwira) yang menyelidiki kasus ini TIDAK PERNAH MENGUNGKAPKAN hasil pemeriksaannya kepada publik. Tidak juga kepada Prabowo S yang notabene menjadi tertuduhnya.Sampai saat ini masyarakat TIDAK PERNAH MENGETAHUI HASIL PENYELIDIKAN DKP.

* Artinya DKP merahasiakan fakta yg sesungguhnya di balik penculikan para aktivis.

* Jika Prabowo sebagai dalang penculikan, kenapa korban2 penculikan seperti Pius L. Lanang & Desmond J. Mahesa menjadi pengurus Partai Gerindra..?

* Disini jelas Wiranto mengulur waktu atas hasil penyelidikan DKP, tentunya punya maksud tertentu yg patut di curigai.

* Dari rangkaian fakta insiden Mei 1998 tidak ada tuduhan yg mengarah ke Prabowo S, sebagai dalang kerusuhan Mei 1998.

* Silahkan masyarakat menilai sendiri siapa sesungguhnya AKTOR INTELEK DI BALIK KERUSUHAN MEI 1998 yang membawa korban harta & nyawa rakyat Indonesia yang merupakan sejarah kelam ORBA dan munculnya REFORMASI.

* Dan bila Prabowo.S tidak bersalah dalam penembakan Dan penculikan para aktivis tersebut, mengapa sampai detik ini Prabowo.S tidak melakukan langkah hukum atas tuduhan ini…? Apakah Ada deretan jendral yang mengancam Prabowo…?

Selamat menyimak – Salam Reformasi

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s