Ajakan Peduli Sampah bagi Penikmat Musik Jazz

image

Tempat sampah sesuai jenis yang disiapkan dalam Java Jazz Festival 2015. Penikmat musik jazz diajak peduli sampah dengan mengusung tema “Less Waste, More Jazz.” Foto: Indra Nugraha

Ada yang berbeda dalam penyelenggaraan Java Jazz Festival 2015. Event tahunan 6-7 Maret 2015 di JI Expo Kemayoran Jakarta itu lebih memperhatikan aspek kebersihan. Pengunjung diajak memilah dan sampah berdasarkan jenis.

Ada 28 set bak sampah terbuat dari kayu di lokasi. Satu set, tiga tempat sampah berwarna beda. Hijau untuk sampah makanan, jingga sampah kemasan, dan biru sampah kertas. Ditambah bak sampah milik JI Expo sekitar 100.

Pada tiap tempat sampah, ada relawan berjaga. Total 88 orang. Mereka senang hati memberikan arahan kepada pengunjung membuang sampah ke tempat sesuai jenis.

“Ini program Less Waste More Jazz. Kami berusaha memberikan edukasi dan ajakan kepada pengunjung bertanggungjawab terhadap sampah,” kata penanggung jawab program, Syaiful Rochman di Jakarta, Jumat (6/3/15).

Kotak sampah disebar berdasarkan potensi penumpukan. Di foodcourt tersebar kotak sampah berwarna hijau dan jingga. Di area pameran, atm center kotak warna biru.

Sampah organik akan disalurkan ke bank sampah Hijau Selaras Mandiri di Tanah Kosong, Kemayoran untuk kompos. Di kotak sampah hijau untuk makanan sisa, panitia memberikan aktivator sekam padi guna mempercepat pengomposan.

Untuk sampah anorganik disalurkan kepada pengepul. “Kami menjamin seluruh sampah dalam bak sampah akan dikelola dengan benar.”

Panitia juga menampilkan video ajakan dari artis di Java Jazz untuk membuang dan memilah sampah. Ada jeda waktu memutar video di sela konser.

“Sekitar 10 artis diwawancarai.  Idang Rasidi, Tulus, Tohpati, Potret dan lain-lain. Ini sangat menghemat publikasi. Dibanding membuat brosur dan spanduk justru tidak bisa digunakan lagi.”

Bank sampah Hijau Selaras Mandiri, lokasi penyaluran sampah organik Java Jazz, binaan Yayasan Unilever Indonesia (YUI). Total 976 bank sampah binaan YUI di 10 kota besar, Medan, Jakarta, Bandung, Surabaya, Yogjakarta, Denpasar, Banjarmasin, Balikpapan, Makassar dan Manado. Di Jakarta ada 150 bank sampah.

Maya Tamimi, Environment and Sustainability YUI mengatakan, bank sampah bagian program Green and Clean. YUI  mengedukasi masyarakat memilah sampah dari sumber. Kegiatan ini biasa di perumahan.

“Kita melihat mana yang belum dikelola petugas kebersihan, itu yang akan dibantu di bank sampah. Maka sampah organik sepenuhnya disalurkan kesana,” katanya.

Head of Promotion Java Jazz Festival Ressanda Tama Putra mengapresiasi kerjasama pengelolaan sampah  ini. Dia berharap kerjasama seperti itu terjadi di Java Jazz Festival berikutnya.
By: Indra Nugraha
( disadur dari : http://www.mongabay.co.id )

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s