“Nikmat Hidup adalah Kesempatan”

Hidup hanya satu kali dan Kesempatan juga hanya datang satu kali. namun Panjang perjalanan hidup itulah yang terbatas. Tak bisa diulang atau diperpanjang. Itulah sebabnya, mengapa bagiku kesempatan menikmati pertambahan usia saat ini menjadi suatu hal yang penuh akan curahan Nikmat.

Allah mengaruniakan kesempatan bagiku untuk menikmati kehidupan dengan segala warna-warninya.

Dalam hidup dan dalam tugas mewarnai kehidupan itu, semakin aku menyadari bahwa allah menginginkanku terus bertumbuh. Bertumbuh tidak hanya untuk menjadi pelengkap tapi mengambil peran yang sungguh amat penting.

Dulu aku dilahirkan di Bukittinggi ditengah keluarga yang sederhana, Allah menitipkanku untuk bertumbuh dan menjadi salah satu pelaku dalam skenario kehidupan yang dirancang-Nya. Bak sebatang pohon, aku tumbuh. Bak seokor burung aku belajar terbang mengarungi langit. Bak seorang actor aku memainkan peran dalam ruang dan waktu dimana Dia menitipkanku untuk mewarnai setiap alur cerita yang disutradarai-Nya. Kadang pohon itu harus berhadapan dengan angin sepoi-sepoi yang begitu menyejukkan, walau kadang rantingnya harus patah bahkan batangnya tumbang diterpa deru angin yang membahana. Kadang burung kecil itu harus jatuh ketika dia belajar terbang mengitari luasnya cakrawala dan kadang dalam ketegarannya dia mampu menaklukkan setiap tiupan angin yang menghantam. Kadang, actor yang tak ternama itu harus memainkan peran utamanya dengan tergopo-gopo, walau kadang kala ia hanya tampil sebagai figuran yang hanya dipakai untuk peran yang sama sekali tak menghibur. Semua itu sungguh penting bagiku karena pada kenyataannya aku mampu tetap hidup dan mewarnai kehidupan hingga saat ini.

Saat ini, ketika Allah memberikan nikmat sehat dan aku juga diberikan kesempatan mengarungi kehidupan ini satu tahun lagi, Aku sadar bahwa ada peran yang belum usai yang harus aku lakoni. Banyak hal yang harus aku perbaiki dari satu episode ke episode berikutnya. Dan banyak hal yang harus aku pelajari sebagai bekal di hari akhir yang tidak pernah kita ketahui waktunya.

Terima kasih ya Rabb… Engkau telah memberikan segala macam bentuk nikmat yang sudah aku rasakan selama ini. Ujian, sebab akibat dan cobaan juga pernah aku lalui satu persatu, ternyata masih banyak hal yang kurang saat aku melalui itu semua, tapi Engkau masih memberikan hamba-mu ini kesempatan untuk memperbaikinya.

Ya Rabb.. Bukakanlah Pintu-pintu Nikmat yang masih tertutup karena kelalaian hamba-Mu ini

Ya Rabb.. Atas segala nikmat yang telah Engkau limpahkan, berikanlah Hamba-Mu kemudahan untuk bisa memberikan manfaat bagi yang lainnya.

Semoga hamba-Mu yang lalai ini bisa merubah apa yang harus dirubah agar bisa membuka semua Pintu-pintu Nikmat yang telah kau siapkan untuk Hamba-Mu.

Tidak ada tempat lain untuk hamba memohon dan bermunajat kecuali kepada Mu ya Rabb..

Atas nama yang Orang Tua hamba berikan, Maafkanlah segala kesalahan Hamba-Mu ini… Dan mudahkanlah segala peran yang akan hamba jalankan… Amin YRA.

************************
29 November 2014 – Catatan dihari kelahiranku
************************

.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s