Taman Hatiku

Pada penggalan waktu sore yang indah, telah kutitipkan cinta di selaput tipis ruang hatimu yang teduh, maka biarkan cinta itu lelap disana, meski gigil menggigit ngilu dan sedikit mengusik lelapnya mimpi, mimpi tentang samudera yang terarungi namun tiada pernah terlihat tepiannya .

pena-kerinduan

Ku tau cinta yang kutitipkan tak elok seperti asa di kehidupanmu, hingga aku tak pernah tau seberapa berartinya cinta itu bagimu, karena ku tau engkau seseorang yang penuh dengan ketakterdugaan, Namun pun begitu, ku tau dirimu telah mampu meneduhkan resah pada kesunyian yang tiada pernah sedetik pun enyah dari ruang waktu ku, hingga tiada alasan apapun untuk tidak mengakui bahwa benarlah hadirmu telah mampu menerbangkan putik putik cinta dari dalam taman hatiku.

Aku tau engkau membutuhkan waktu untuk menerjemahkan setiap goresan kataku menjadi sebuah makna kalimat tentang cinta, aku juga tau engkau memerlukan waktu untuk mengenal warna suaraku dimana intonasinya sering menjadi kacau kala kuterbius di indah suaramu.

Kadang terfikir olehku tentang keberanian untuk mencintaimu, sedang ku tau akhir kisah ini tak akan menjadi indah seperti kisah cinta Romie dan Juliete.

Yaa … aku merindukanmu, sebuah ucapan ironis yang tanpa kusadari telah terucap dari belahan bibirku yang kaku lagi beku, hingga langit akalku melesat untuk mencari cinta yang kutitipkan di selaput tipis hatimu itu .

Aku menyadari bahwa aku telah mengambil resiko untuk mencintaimu, hingga kadang munafik ku berkata dengan angkuh-nya bahwa aku akan siap untuk kehilanganmu, padahal jika sekejab saja aku kehilanganmu, ada kelu yang mengelus hati, lalu menghadirkan sebuah rindu yang tak mampu kuramu untuk menjadi sebuah penawar .

Entahlah, aku tidak sedang ingin menangis, kala ku tau engkau sedang meniti detik waktu yang ramah dalam sebuah romansa yang indah .

Hingga biarlah waktu yang mengajariku tentang sebuah kata kebahagiaan, di mana kebahagiaan yang kau rasa akan kurasakan juga, entah mulai detik ini, entah esok atau nanti , dan entah hingga ruang waktu yang akan memaksanya , karena aku telah terlanjur mencintaimu dalam sebuah ruang kerinduan.

– Semoga Bermanfaat –

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s