Membangun Roda Kehidupan

”Aku (Allah) seperti prasangka hamba-hamba-Ku. Ia berpikiran buruk, maka ia akan mendapatkannya. Sebaliknya, ia berpikir baik, maka kebaikan akan menghampirinya”

Susah sulit dalam menjalani roda-roda kehidupan? itu sih sudah biasa. Kemana-mana ada saja halangan dan ribuan rintangan. Jalannya selalu berkelak-kelok. Tapi, mudah menjalani roda kehidupan? ini yang tidak biasa. Bahkan ada sebagian orang berkata begini “Mudah dari mana? Dari Hongkong apa..!!?” percaya atau tidak kita selalu berkata demikian kalau bertemu dengan namanya kesusahan.

Pernah kalian tahu itu kenapa? karena kita sudah terbiasa berpikiran, bertindak serta berucap, bahwa apa yang kita jalani ini, yang sedang kita usahakan serta apa yang kita tempuh itu serba susah, susah dan selalu saja susah !!! Begitulah selera hidup yang sebenarnya selalu kita idam-idamkan. Istilahnya begini :

“kalau hidup gak susah berati itu bukan hidup gue namanya. Susahnya hidup gue itu gak bisa dibayangin deh…Bahkan semua orang di dunia ini gak akan bisa ngebayangin gimana susahnya hidup gue itu!”

dengan bangganya kita berucap seperti itu. Kata-kata tadi menandakan bahwa kita menyimpan dengan baik dan merawatnya di pikiran kita, lalu di jadikan sebuah pakem diri. Dan yang sungguh menyenangkan sekali…kita selalu menyambut kata-kata tersebut dengan baik, di persilahkan menjadi sahabat kental untuk menemani kemanapun kita pergi.

Contoh kecil dan sederhana, kita menyambut, menerima atau apalah itu namanya..yang membuat kita mejadikannya jodoh adalah berkeluh-kesah atau mengeluh.

“Mentalnya tipis sekali, sedikit-sedikit mengeluh! Baru di cubit sedikit aja teriak dan merasakan sakitnya seperti tertimpa batu yang besoooaaaar sekali. Kalian sih gak mungkin bisa ngebayangin gimana besarnya itu batu”  🙂

Ya, seakan-akan dunia ini tidak adil. Dunia ini pilih kasih hanya terhadap orang-orang tertentu saja. Di khususkan untuk yang kaya, tampan, cantik bertubuh bagus dengan kulit putih bak sabun mandi =) kita-kita yang merasa jauh dari itu, seakan-akan hanya diperbolehkan menghela napas, mengusap dada dan menjalani hidup ini apa adanya !!!

 Saudaraku, pernah ada orang bijak berkata :

 “Apa yang kamu pikirkan, kerjakan dan ucapkan sekarang ini, cerminan masa depan kamu sendiri. Kamu sendirilah yang memilih jalan hidup kamu itu harus bagaimana? Susah-mudah, sehat-sakit, kaya-miskin, maju-mundur, pandai-bodoh, dll. Kalau kamu berpikir susah…Ya, kamu tenang-tenang saja, kamu pasti akan mendapatkannya titik! Begitu juga sebaliknya, kamu berpikir maju, mudah, pandai, sehat, kaya, dll. kamu juga pasti akan mendapatkanya titik! Jadi berpikirlah dengan arif dalam menentukan masa depan kamu. Apa yang terjadi dengan kamu dan yang lainnya sekarang ini merupakan “Buah” dari apa yang kamu serta yang lainnya tanam. Kemarin…kemarinnya lagi…dan kemarin-kemarinnya lagi. Bibitnya adalah pikiran kamu, Pohonnya adalah tindakan-tindakan kamu dan pupuknya ini adalah ucapan-ucapan yang kamu lontarkan.baik yang berupa gosip, keluhan, ejekan, canda serta pujian.”

 Saudaraku, dunia ini berkembang, tumbuh dan juga berputar sesuai dengan irama pikiran dan keinginan kita. Dari bagaimana kita memandang dunia ini, termasuk alam, orang-orang disekitar kita dan hidup kita sendiri. Apakah susah-kotor atau baik-bersih?

“Kalau kamu ingin menjadi besar atau menginginkan sesuatu yang besar. Puas, nikmati dan syukurilah apa yang kamu sebut itu kecil dan yang kamu remehkan itu, yang sampai-sampai kamu lupa mensyukurinya. jika kamu bisa… niscaya Allah akan menjadikanmu orang besar dan memiliki yang besar itu.”

 Dengan rasa syukur… kita akan dapat kemudahan, dan kemudahan dalam apa yang sedang kita kerjakan, sekarang. Seperti uraian kata di bawah ini :

Dengan rasa syukur

1. Apa yang kamu rasakan sulit akan menjadi mudah.

2. Apa yang kamu rasakan kurang akan menjadi lebih.

3. Apa yang kamu rasakan sempit akan menjadi luas

4. Apa yang kamu rasakan jauh akan menjadi dekat. dll.

roda kehidupan

Hanya pikiran, tindakan serta ucapan kitalah yang membuatnya ”seakan-akan” begitu rumit. Membuat kita menjadi kuatir, cemas, gelisah dan takut Karena kita selalu lupa mensyukuri apa yang kecil dan yang kita remehkan itu.

Kesulitan, kesusahan atau apalah itu namanya hanya terjadi pada awalnya saja. Sesudahnya, akan mampu kita tangani masalahnya itu. Seperti Firman Allah ini :

”Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Seseungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan (Qs 94 : 5-6 ) ”

Padahal sudah jelas disitu, diterangkan bahwa kesulitan itu hanya pada awalnya saja. Kesusahan, kesulitan, berawal dari kita tidak punya ilmu yang cukup, wawasan yang mampu untuk membuat trik, strategi, taktik mempermudah masalah kita. Setelah kalian faham dan tahu betul…Apa yang terjadi kemudian coba? Kita cuma berkata gini ”oOo begitu ya ?” sambil tersenyum cengar-cengir sambil garuk-garuk kepala 🙂 Jadi bagaimana kita akan menganggap hidup ini? Apa susah-kotor atau baik-bersih ? Jawaban dari pertanyaaan tersebut inilah yang menciptakan masa depan kita yang akan dimulai dari pikiran, tindakan serta ucapan kita. Kitalah yang bisa merubah takdir masa depan kita sendiri. Bukan siapa-siapa…saya, dia, mereka atau yang lainnya. Tapi kamu sendiri yang menentukannya. Itulah Ikhtiar sambil berdo’a

– Semoga Bermanfaat –

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s