SATU HARI DIBUMI ANGLING DHARMA

Prabu Anglingdarma adalah nama seorang tokoh legenda dalam tradisi Jawa, yang dianggap sebagai titisan Batara Wisnu. Salah satu keistimewaan tokoh ini adalah kemampuannya untuk mengetahui bahasa segala jenis binatang. Selain itu, ia juga disebut sebagai keturunan Arjuna, seorang tokoh utama dalam kisah Mahabharata.Image

Namun disini saya tidak akan membahas tentang sejarah Prabu Anglingdarma, namun saya akan menceritakan perjalanan saya selama di bumi Anglingdharma yaitu diwilayah Kabupaten Bojonegoro, sebuah Kabupaten di Propinsi Jawa Timur pada hari Minggu 29 Desember 2013. Kabupaten ini berbatasan dengan Tuban, Lamongan, Nganjuk, Madiun , Ngawi dan Blora. Bagian barat Bojonegoro (perbatasan dengan Jawa Tengah) merupakan bagian dari Blok Cepu salah satu sumber deposit minyak bumi terbesar di Indonesia.

Namun perjalanan saya tidak menyisir keseluruh tempat yg ada di Bojonegoro, karena saya melakukan perjalanan ke beberapa titik diwilayah Bojonegoro bersama Rombongan Bupati Bojonegoro ( Bpk. Suyoto atau sering dikenal dengan Kang yoto ) yang kebetulan dirombongan tersebut ada Wamen ESDM (Bpk. Susilo Siswoutomo ) dan rekan2 artis ibukota ( Garin Nugroho, Cornelia Agatha, Ismi Halida dll ) serta teman2 Media.

Rombongan akan memulai perjalanan ke Sentra Agrobisnis Blimbing Desa Ngringinrejo Kecamatan Kalitidu. Di tempat ini nantinya akan dilaksanakan dialog dengan masyarakat, komunitas blogger dan lain sebagainya.

Selanjutnya rombongan akan menuju lokasi pengeboran sumur tua Wonocolo di Kecamatan Kedewan. Sama seperti kegiatan di lokasi sebelumnya, ditempat ini juga akan diselenggarakan kegiatan dialog bersama masyarakat. Kemudian akan menampilkan pagelaran seni budaya Bojonegoro dan gelaran musik. Sebelum merampungkan kunjungan, kegiatan terakhir di Objek Wisata Kahyangan Api di Desa Sendangharjo Kecamatan Ngasem. Selanjutnya akan menampilkan “Dongeng Dari Bojonegoro oleh Kang Yoto dan Garin Nugroho” dan dimeriahkan tampilan budaya tradisional, langen tayub

Perjalanan akhirnya dimulai dari jam 11.00 dan langsung ke Sentra Agrobisnis Blimbing, Cuaca matahari cukup menyengat pada saat itu, sesampainya rombongan di Sentra Agrobisnis tersebut rombongan disambut oleh Warga masyarakat, Kang Yoto beserta Wamen SDM serta Garin Dkk langsung menyapa dan berdialog dengan warga masyakat di kelilingi oleh Pohon belimbing yang sedang Panen. Suasana akrab dan santai membuat udara yg panas tadi menjadi tidak terlalu terasa. Kang yoto memperkenalkan satu – satu dari rombongan yg ikut bersamanya kepada masyarakatnya, serta kang yoto juga memperkenalkan Tokoh Masyarakatnya kepada rombongan yg ikut bersamanya. Disela – sela ramah tamah tersebut Garin Nugroho yg juga seorang Sutradara ternama menyampaikan; “Petani blimbing patut diapresiasi, karena blimbing simbul rukun Islam,” katanya diiring tepuk tangan peserta yang ikut dalam acara ramah tamah tersebut.

Garin juga menambahkan, petani di kebun blimbing harus bangga, karena meskipun daerah Kalitidu sering terjadi banjir, tetapi masyarakat mampu berinovasi. “Di balik musibah, berfikir berkah. Karena berkah Tuhan selalu untuk kita semua,”ungkap Garin kepada masyarakat yg hadir mengikuti acara ramah tamah tersebut.

Selesai ramah Tamah Rombongan dan masyarakat menikmati Hidangan Khas Bojonegoro yg sudah disediakan oleh kelompok ibu-ibu di Desa Ngringinrejo Kecamatan Kalitidu. Saat masyarakat dan rombongan masih menikmati hidangan, kang Yoto menyempatkan diri keliling diwilayah perkebunan belimbing tersebut diikuti oleh tamu yg terlebih dahulu selesai menikmati hidangan tersebut.

Seusai rombongan dan masyarakat menikmati hidangan dan kang nyoto dan beberapa tamu selesai dari keliling perkebunan, Kang yoto mengajak rombongan untuk bersiap-siap melanjutkan perjalanan berikutnya. Yaitu perjalanan menuju sumur minyak tua Kecamatan Kedewan.

Perjalanan dilanjutkan sekitar jam 13.00 siang, sayangnya kendaraan yang saya tumpangi ketinggalan rombongan, karena pada saat itu banyak warga masyarakat dibojonegoro yg datang berkunjung ke lokasi Agrobisnis belimbing yg sedang panen, akhirnya kendaraan yg saya naiki terhalang oleh kendaraan yg baru datang. Walaupun tertinggal perjalanan terus dilanjutkan sambil menikmati pemandangan yg Asri dan menyaksikan langsung perbaikan infrastruktur jalan di kabupaten Bojonegoro tersebut.

Uniknya, untuk menuju Sumur Minyak Tua tersebut saya harus melewati Jawa Tengah dulu, tepatnya lewat Kabupaten Blora. Dan baru saya masuk ke daerah Kedewan, Bojonegoro. Jalannya cukup menanjak, namun dari situ kita bias melihat aktifitas masyarakat yg sedang mencari Minyak Bumi, terlihat sumur2 minyak tradisional yg masih sedang digali oleh warga sekitar.

Sesampai ditempat acara, terdengar alunan musik dangdut sudah bergema, ternyata kang yoto dan Artis ibukota langsung menghibur masyarakat Kedewan. Saya langsung menuju tempat keramaian tersebut yg terletak disalah satu bukit didaerah kedewan, yg dikasih tenda terop dan peralatan soundsystem untuk menghibur warga. Nampak terlihat masyarakat kedewan begitu senang dan joget bersama kang yoto dan artis ibukota. Dan pak Wamen dan rombongan lainnya terlihat duduk dibawah terop menikmati keakraban kang yoto dan warga masyarakat di kedewan. Dan Garin Nugroho juga terlihat sedang berbincang-bincang oleh beberapa orang disisi terop itu berdiri sambil memandang sumur minyak tradisional yg sedang berproduksi. Dua tiga lagu sudah didendangkan,akhirnya kang yoto membuka acara, dan langsung memperkenalkan rombongan dan melakukan ramah tamah dengan warga seperti di perkebunan belimbing. Acara di Sumur Minyak Tua tersebut tidak terlalu lama acaranya. Karena sudah mendekati Sore hari, Jam 15.00 rombongan langsung meluncur kembali ke kota kabupaten untuk bersiap-siap ke acara malam hari di tempat wisata Kahyangan Api di Desa Sendangharjo Kecamatan Ngasem.

Sebelumnya ada Info menarik saat acara di Sumur minyak tua tersebut, infonya datang dari ucapnya Garin Nugroho, yaitu; “Saya ingin membuat film tentang perminyakan, karena sejarah minyak di Indonesia sangat besar. Tetapi film tentang perminyakan belum ada ”, Hmm… Seorang Garin akan buat Film tentang Perminyakan, kira-kira hal apa yg akan diangkat oleh Garin didalam film tersebut..? kayaknya filmnya bakalan seru nih.. kita tunggu aja tanggal mainnya.

Akhirnya Rombongan sampai di Pusat kota kabupaten Bojonegoro, dan rombongan Wamen dan Artis langsung menuju Hotel untuk bersiap-siap ke acara selanjutnya.

Dan saya serta beberapa teman yang tidak ikut rombongan ke Hotel beristirahat sejenak di Pendopo Pemerintahan Kabupaten Bojonegoro. Setelah istirahat sejenak, saya menjelejahi Alun-alun kota kabupaten Bojonegoro, Dialun-alun saya melihat penataan lokasinya cukup baik, karena ada tempat untuk anak-anak bermain, ada sarana olahraga dan ada tempat untuk berkumpul atau mengelar acara besar, ada tempat berwisata kuliner, dan di sisi seberang alun-alun ada Masjid, akhirnya saya menuju ke masjid untuk bersih2 dan melakukan ibadah berjama’ah selanjutnya saya berwisata kuliner. Setelah perut terisi jajanan di alun-alun tersebut saya kembali ke Pendopo untuk bersiap-siap lagi berangkat bersama rombongan ke kunjungan terakhir yaitu ke tempat wisata khayangan Api.

Tempat Wisata itu menempuh jarak sekitar 30 menit dari pusat kota kabupaten Bojonegoro. Perjalanannya cukup seru, Seperti diketahui, Kahyangan api adalah salah satu obyek pariwisata yang ada di Kabupaten Bojonegoro. Sumber api yang tidak pernah kunjung padam, yang terletak di kawasan hutan lindung, tepatnya berada pada Desa Sendangharjo, Kecamatan Ngasem dikelilingi kabut misteri yang belum terpecahkan hingga kini. Ada kepercayaan di kalangan pesinden dan pedagang yang ingin meraih sukses untuk melakukan ritual di sana.

Ditempat acara ini akan digelar acara dengan Tema Dongeng Pelangi oleh kang Yoto dan Garin Nugroho serta berkolaborasi dengan budaya tradisional langen tayub. Acara ini dibuat secara sederhana, namun makna acara tersebut sangat penting khususnya bagi warga Bojonegoro pada Umumnya dan warga desa Sendangharjo pada khususnya. Sesampainya ditempat acara tersebut rombongan di jamu oleh Hidangan makan Malam terlebih dahulu sambil dialuni oleh musik tradisional serta lantunan suara sinden.

Ada Ritual yang cukup unik ditempat ini, yaitu berjalan diatas Api yang tak pernah kunjung padam. Tapi ritual seperti ini tidak bisa dilakukan tanpa seijin juru kunci tempat tersebut. Konon hal itu bisa dilakukan diacara-acara khusus. Dan sampai ada warga yg menganggap tempat tersebut adalah tempat Keramat.

Disisi lain tempat ini juga ada Sumur Air belerang yg juga ada keistimewaannya. Dan tidak jauh dari sumur tersebut juga ada Pohon Cinta, yang kononnya bila kesana bersama pasangan maka Cintanya akan Abadi. Boleh dipercaya namun jangan menjadi kepercayaan yaa…!

Semakin malam pengunjungnya makin rame, akhirnya acara utma dimulai. Diawali dengan Garin Membacakan Puisi Do’a yg dikarang oleh kang Yoto. Dilanjutkan dengan acara Dongeng yg dibawakan dengan lantunan musik.

Tema dongeng tersebut tentang; “menjadikan tahun 2014 sebagai tahun pangan dan energi.” Dongeng yang dikemas oleh Narasi dan musik ini lebih bertujuan untuk memberikan edukasi seputar isu kewarganegaraan serta memberikan pendidikan tentang kebangsaan, Patut digaris bawahi dari dongeng tersebut adalah; Indonesia dengan kekayaan alam dan budayanya seharusnya sanggup mengandalkan kekuatan sendiri untuk memenuhi kebutuhan pangan dan energinya. karena Kemandirian pangan dan energi bolehlah menjadi resolusi tahun baru Indonesia. “Bojonegoro bisa menjadi contoh tentang kekuatan pangan dan energi yang menjadi sumber kekuatan bangsa,”.

Dan upaya untuk mendukung sumber pangan dan energy itu, Bojonegoro harus mencari pemimpin yang bagus, serta Masyarakatnya hrs mendukung pemimpinnya untuk bisa membuat Bojonegoro Kuat akan Pangan dan Energi.

Tak terasa ternyata waktu sudah cukup malam, akhirnya saya bersiap-siap pamit untuk melanjutkan perjalanan Pulang ke rumah. Karena perjalanan yang akan ditempuh cukup jauh dan memakan waktu yg panjang. Acara sepenuhnya belum usai, karena masih ada pertunjukan seni Bojonegoro dan hiburan lainnya serta doorprize dari Garin Nugroho untuk Warga masyarakat. Namun karena waktu saya harus berpamitan sebelum acara Usai. ( #Latepost – 30/12/2013 – @babahboim )

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s